SHOPPING CART

close
Banjarmasin

Laporan Dugaan Pelanggaran Pidana Pemilu Pilgub Kalsel 2020 di Terima Bawaslu Kalsel.

Media Kalsel – BANJARMASIN. Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kalimantan Selatan secara resmi menerima laporan dugaan pelanggaran pidana pemilu di Pilkada Serentak 2020.

Di mana sebelumnya sejumlah orang yang mengatasnamakan masyarakat Kalsel sekaligus Tim Divisi Hukum Paslon Denny – Difri melaporkan dugaan pelanggaran pidana pemilu ke Sekretariat Bawaslu Kalsel, di Jalan RE Martadinata.

“Insyaallah malam ini ada pembahasan pertama di Sentra Gakkumdu terkait laporan yang disampaikan salah satu tim pasangan calon,” ucap Koordinator Divisi Penanganan Pelanggaran Bawaslu Kalsel, Azhar Redhanie kepada awak media, Kamis (1/10/2020) sore.

 

Azhar menyebutkan, isi laporan dugaan pelanggaran pidana pemilu terkait proses kampanye yang dilakukan salah satu pasangan calon gubernur dan wakil gubernur di Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU).

Baca Juga:  Cegah Penyebaran Covid-19, Pangkalan TNI AL Banjarmasin Bagikan 3000 Masker.

“Untuk jenisnya masih dikaji sehingga kami tidak bisa menyampaikan objek pelanggaran. Begitu pula untuk terlapor, kami masih verifikasi,” kata Azhar.

Rencananya malam ini mereka akan mengundang Sentra Gakkumdu yang di dalamnya terdiri dari berbagai macam institusi seperti kepolisian, kejaksaan, dan Bawaslu Kalsel.

Dalam pembahasan nanti, mereka akan membicarakan terkait peristiwa dugaan pelanggaran pidana pemilu yang dilakukan terlapor.

“Kemudian mengenai pasal yang disangkakan, serta menentukan pihak yang diminta klarifikasi,” katanya.

Azhar membenarkan terkait adanya dugaan pelanggaran netralitas aparatur sipil negara (ASN). Menurutnya, dugaan pelanggaran tersebut dilakukan oleh oknum di pemerintah kabupaten setempat.

“Di dalam laporan ada objek pelanggaran terkait dengan netralitas ASN di pemda kabupaten,” pungkasnya.

Baca Juga:  Jaga Kebugaran Tubuh, Polda Kalsel Gelar Senam Sehat

 

Sebelumnya, sejumlah pelapor yang dikoordinatori Jurkani tiba di Sekretariat Bawaslu Kalsel, di Jalan RE Martadinata, sekitar pukul 14.10 Wita. Mereka membawa sejumlah saksi dan barang bukti untuk memperkuat dugaan pelanggaran pidana pemilu yang dilakukan salah satu pasangan calon. Berselang lima menit, mereka langsung memasuki Sekretariat Bawaslu Kalsel melalui pintu Sentra Penegakan Hukum Terpadu (Gakkumdu).

Di balik pintu Sekretariat Gakkumdu, tampak duduk empat pemuda yang terdiri dari tiga laki-laki dan satu perempuan. Dua laki-laki di antaranya diduga sebagai saksi yang dihadirkan Tim Divisi Hukum Paslon Denny – Difri. Namun, saat diminta komentar, Jurkani mengaku bukan sebagai Divisi Hukum paslon Denny – Difri. Melainkan sebagai masyarakat Kalsel yang memiliki hak pilih di Pilgub 2020 mendatang.

Baca Juga:  Quick Respon Polresta Banjarmasin, Bantu Warga Yang Akan Melahirkan di Tengah Banjir

“Saya melapor ini sebagai masyarakat Kalsel yang memiliki hak pilih di Pilkada nanti,” kata Jurkani.

Ia mengatakan telah melaporkan dugaan money politics di Pilgub Kalsel 2020. Dalam laporan itu, mereka telah menyediakan 2 orang saksi dan beberapa barang bukti seperti sarung dan uang sebesar Rp 50 ribu.

“Selengkapnya silakan nanti tanyakan kepada Bawaslu Kalsel,” pungkasnya.

 

 

REPORTER : SASI / IDAYASA

Tags:

Media Kalsel

0 thoughts on “Laporan Dugaan Pelanggaran Pidana Pemilu Pilgub Kalsel 2020 di Terima Bawaslu Kalsel.

Komentar: