SHOPPING CART

close
Banjarmasin

Pelanggaran Dalam Pilgub Kalsel, Tim Kuasa Hukum Denny Indrayana – Difriadi (H2D) Laporkan Salah Satu Calon ke Bawaslu

Media Kalsel – BANJARMASIN. Pasca diterimanya laporan tim kuasa hukum paslon Denny Indrayana-Difriadi (H2D) terkait dugaan pelanggaran Pilkada yang dilakukan salah satu paslon di Pilgub Kalsel di daerah Amuntai, Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU), Bawaslu Kalsel langsung melakukan verifikasi kasus.

Tanpa pasangannya Difriadi, Denny Indrayana datang ke bawaslu untuk menegaskan terkait komitmen anti politik uang dalam pilgub, Jum’at (02/10/2020)

 

“Saya hadir ke Bawaslu Kalsel, untuk menegaskan maklumat anti politik uang, karena praktik politik uang sudah nyata-nyata melumpuhkan demokrasi kita dan membunuh demokrasi,” ucap Denny Indrayana.

Alhamdulillah kami pasangan Denny Indrayana-Difriadi (H2D)sudah ditetapkan sebagai calon gubernur dan wakil gubernur Kalsel maka salah satu ikhtiar kami yakni menegaskan maklumat anti politik uang itu keseluruh khalayak,” ujar Denny

Baca Juga:  Penerimaan Bintara Polri TA 2020, Panitia Disumpah dan Lakukan Penandatangan Pakta Integritas

Disebutkannya, ada 3 modus operandi politik uang yang kami lihat dan sering terjadi disetiap pemilu, pertama adalah memanfaatkan aparatur negara, pemerintahan dan ini dilakukan dari level atas sampai level terendah.

“Termasuk misalnya secara langsung atau tidak langsung memanfaatkan pengurus RT/ Rw untuk mendukung salah satu pasangan calon dengan suatu imbalan, ini sudah sering dilakukan dan harus segera kita hentikan,” tegas Denny.

Yang kedua adalah menyalahgunakan program dan anggaran pemerintah, misalnya yang paling kasat mata menggunakan baliho untuk menaikan citra salah satu calon, memanfaatkan momentum hari nasional dan agama yang seharusnya itu adalah bentuk penyamaran atau kamuflase dari anggaran pemerintah untuk kepentingan pribadi calon kepala daerah.

“Adapula dalam bentuk menyalahgunakan bantuan-bantuan sosial, misalnya terkait penyaluran bantuan sosial covid19 ada pembagian sembako dengan menggunakan nama atau sejenis itu, Identitas salah satu calon,” imbuh Denny

Baca Juga:  Polda Kalsel Berangkatkan 1 Kompi Brimob ke Papua

Ini pun adalah bentuk politik uang yang harus sama-sama kita hentikan, Modus ketiga adalah modus pembelian suara baik dengan langsung memberikan uang ataupun memberikan barang, kita semua paham bahwa UU pilkada sudah dengan tegas mengatur siapapun yang nerima atau memberi barang uang untuk mempengaruhi pemilihan itu diancam penjara 3 tahun sampai 6 tahun denda 200 juta sampai 1 Miliar,” pungkas Denny Indrayana.

Jurkani, S.H. selaku pelapor / Tim Divisi Hukum Paslon Nomor Urut 2, Haji Denny – Haji Difri (H2D) menerangkan bahwa ditemukan dugaan pelanggaran Pemilukada oleh Calon Gubernur Nomor Urut 1,di Warung Olla Jirin di Amuntai, Kab. Hulu Sungai Utara.

“Didalam dugaan pelanggaran tersebut terdapat foto bareng bersama Sekda Kab. Hulu Sungai Utara (Bpk. Muhammad Taufik) dengan memberikan simbol jari telunjuk memberikan isyarat dukungan kepada salah satu Paslon Nomor Urut 1 (Paslon H. Sahbirin Noor dan H. Muhidin) dalam foto tersebut terdapat juga selebaran gambar dengan tulisan “Bergerak” yang merupakan Tagline/Jargon dari Paslon nomor urut 1 dan menurut saksi ada diberikan uang sebesar 50.000,- katanya.

Baca Juga:  Kapolda Kalsel Resmi Lantik Irwasda Polda Kalsel Yang Baru, Kombes Pol. Dr. Heri Armanto Sutikno, S.H, M.Si.

Aldo selaku pihak Bawaslu mengatakan bahwa pihaknya sudah melakukan pemeriksaan terhadap para saksi kemudian nanti melakukan rapat karena hasil dari keterangan para saksi perlu dikembangkan lagi serta akan menindaklanjuti ke tempat kejadian langsung,” pungkasnya

 

 

REPORTER : SASI / IDAYASA

Tags:

Media Kalsel

0 thoughts on “Pelanggaran Dalam Pilgub Kalsel, Tim Kuasa Hukum Denny Indrayana – Difriadi (H2D) Laporkan Salah Satu Calon ke Bawaslu

Komentar: