H. Hasan Yuniar, SH Beri Materi PKPA Angkatan ke-II Tahun 2021

Media Kalsel, BANJARMASIN – Pendidikan profesi advokat merupakan salah satu tahapan menjadi Advokat, kembali DPC Peradi Banjarmasin menggelar Pendidikan Khusus Profesi Advokat (PKPA) Angkatan ke-II Tahun 2021 dengan diikuti oleh 31 calon peserta seluruh Kalimantan Selatan bertempat disalah satu hotel Banjarmasin, Minggu (03/10/2021) pagi.

Sebagai mantan Hakim Adhoc PHI PN Banjarmasin periode 2006-2016
H. Hasan Yuniar, SH., yang berprofesi sebagai pengacara/konsultan hukum, juga salah satu pengajar pada Pendidikan Khusus Profesi Advokat (PKPA) yang digagas DPC. Peradi Banjarmasin bekerjasama dengan Fakultas Hukum Universitas Lambung Mangkurat (ULM) Banjarmasin memberikan materi PKPA.
“Saya ingin calon advokat handal dalam membuat surat kuasa khusus dan surat gugatan beracara,” ucap H. Hasan Yuniar, SH.

H. Hasan Yuniar, SH., yang lebih dikenal oleh pewarta sebagai Sekretaris Eksekutif Gapkindo Kalselteng sejak 1983 hingga sekarang ini, pada kesempatan PKPA tersebut juga memberikan Tatacara Membuat Surat Kuasa Khusus dan Membuat Surat Gugatan. Agar para calon advokat lebih handal dan tajam menguasai dalam praktek beracara di peradilan khususnya dan litigasi maupun nonlitigasi dalam hubungan sehari-hari pada umumnya.
“Saya sebagai pendidik memberikan materi terkait dengan hubungan industrial dan memahami tata cara membuat surat kuasa khusus serta surat gugatan beracara di PHI,” katanya.

Ia juga menambahkan, selama ini sebenarnya dari pengacara atau advokat yang sudah berpraktek cukup baik, dan nanti bagi calon peserta advokat yang baru juga akan dibekali cara beracara yang handal.
“Harapan kami membentuk pengacara – pengacara yang handal memahami hukum acara khusus, karena sekarang banyak ketentuan yang terkait hukum formil dan hukum materil,” imbuh H. Hasan Yuniar, SH.

Sementara itu Ana Azharniah yang juga pemberi materi khusus terkait peradilan Agama mengatakan, Peradi sendiri pada dasarnya ingin membentuk pengacara berkualitas, dalam hal ini sudah diberikan bekal teori dan prakteknya, sehingga dengan adanya pelatihan profesi advokat sekarang ini mereka sudah siap tampil sebagai pengacara yang baru,”  terangnya.

Pada kesempatan yang sama Sekretaris DPC Peradi Banjarmasin Ali Murtado menjelaskan, pelaksanaan PKPA ini merupakan amanat dari undang – undang tentang advokat, karena ini adalah salah satu bagian tahapan menjadi advokat.
“Hari ini pembekalan mengenai teori dan prakteknya yang lebih diperbanyak, karena hal ini merupakan tahapan yang harus dilalui oleh para advokat, setelah ini akan adalagi tindaklanjutnya berupa ujian advokat, ada proses magang, kalau sudah memenuhi syarat baru dilakukan penyumpahan dan diangkat menjadi advokat,” pungkasnya.

REPORTER : SASI