Jakarta, MediaKalsel – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banjar kembali meraih penghargaan Universal Health Coverage (UHC) Award 2026 Kategori Madya. Penghargaan tersebut diterima Sekretaris Daerah Kabupaten Banjar, HM Yudi Andrea, mewakili Bupati Banjar di Ballroom JIEXPO, Jakarta Pusat, Selasa (27/1/2026).

Capaian ini mengukuhkan komitmen Pemkab Banjar dalam menjamin akses kesehatan masyarakat. Pada tahun 2026, pemkab mengalokasikan anggaran lebih dari Rp105 miliar untuk menjamin keberlangsungan kepesertaan BPJS Kesehatan warga.

Saat ini, sebanyak 590 ribu jiwa atau 98,91 persen penduduk Kabupaten Banjar telah terdaftar sebagai peserta BPJS Kesehatan. Dari jumlah tersebut, 248.866 jiwa di antaranya dijamin melalui skema Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) Pemda. Angka ini menjadikan Kabupaten Banjar sebagai daerah dengan jumlah peserta PBPU Pemda terbanyak di Kalimantan Selatan.

Sekda Banjar, HM Yudi Andrea, menegaskan bahwa predikat UHC Madya merupakan hasil konsistensi kebijakan daerah.

“Harapannya, penghargaan ini menjadi pemicu bagi tenaga kesehatan dan jajaran birokrasi untuk terus berinovasi meningkatkan kualitas pelayanan,” ujar Yudi.

Keberhasilan ini disebut sebagai hasil sinergi lintas sektor, mulai dari perencanaan anggaran oleh BPKPAD dan Bappeda Litbang, pemutakhiran data oleh DinsosP3AP2KB dan Disdukcapil, hingga pelayanan teknis di RSUD Ratu Zalecha serta seluruh Puskesmas.

Meski demikian, Plt Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Banjar, Noripansyah, menyebut masih ada tantangan ke depan. Tercatat lebih dari 110 ribu peserta BPJS Kesehatan berstatus tidak aktif yang memerlukan penanganan lanjutan agar perlindungan kesehatan tetap optimal.

“Ini bukti kebijakan kesehatan yang sejalan dengan RPJMN dan kepedulian kepala daerah mampu menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat,” pungkas Ipan.