Kepala Dinkes Kota Banjarbaru, Dr Juhai Triyanti Agustina M.Kes. foto: istimewa
MediaKalsel, Banjarbaru – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan memberikan atensi lebih terhadap penyakit Hantavirus karena telah masuk di bagian pulau yang sama, Kalimantan Barat.
Kepala Dinkes Kota Banjarbaru, Dr Juhai Triyanti Agustina M.Kes mengatakan, pengobatan kasus infeksi Hantavirus tidak spesifik. Walau begitu, belum ada laporan terkait penyakit tersebut di Kota Banjarbaru.
“Pengobatan untuk kasus infeksi Hantavirus tidak spesifik. Kami sekarang lebih menangani gejalanya. Sesuai prinsip faskes Banjarbaru, kami siap menangani kasus zoonosis seperti Hantavirus. Tapi saat ini kasus tersebut tidak ada, mudahan tidak akan ada,” kata Dr Juhai, Rabu (20/5/2026).
Dr Juhai melanjutkan, penyebaran Hantavirus ini belum ditemukan antar manusia.
“Sejauh ini penyebaran Hantavirus dari manusia ke manusia masih blm ada laporan,” lanjutnya.
Ia mengimbau, masyarakat Kota Banjarbaru harus menjaga kebersihan terutama dari hewan tikus atau curut.
“Karena Hantavirus disebarkan dari binatang pengerat seperti tikus atau curut. Mereka menggigit atau manusia yang punya luka lalu terkontaminasi dan kontak dengan air kencingnya menyentuh air liur, fases atau kotoran tikus yang terinfeksi, menghirup debu dan udara terinfeksi Hantavirus, serta mengkomsumsi makanan yang terkontaminasi Hantavirus. Karena itu penting untuk selalu menjaga kebersihan,” pungkasnya.
Cara Mencegah Penyakit Hantavirus dari Dinkes Banjarbaru
MediaKalsel, Martapura – Ketahanan pangan menjadi salah satu fondasi utama pembangunan daerah. Di Kabupaten Banjar,…
MediaKalsel, Martapura - Truk mengangkut puluhan sepeda motor Honda bertabrakan dan terbalik di Jalan Gubernur…
MediaKalsel, Kandangan — Kuasa hukum PT Antang Gunung Meratus (AGM), Ardian Pratomo, mengaku kecewa dengan…
MediaKalsel, Kandangan - Tiga terdakwa kasus pemalsuan surat tanah di Desa Padang Batung, Kecamatan Padang…
MediaKalsel, Martapura – Bupati Banjar H Saidi Mansyur menyampaikan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Perubahan…
MediaKalsel, Banjarbaru — Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) Kalimantan Selatan menyoroti tingginya sebaran titik panas…