ESDM Bantah Harga BBM Subsidi Naik 1 April, Pertamina: Waspada Hoaks
MediaKalsel, Jakarta – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) membantah isu kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi per 1 April 2026.
Penegasan ini merespons kabar yang beredar di masyarakat mengenai dampak konflik geopolitik di Timur Tengah terhadap harga energi nasional.
Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Dirjen Migas) Kementerian ESDM, Laode Sulaeman, memastikan harga Pertalite (RON 90) dan Solar tidak akan berubah setelah Maret 2026.
“(Setelah Maret 2026) tidak ada kenaikan BBM subsidi,” ujar Laode, Senin (30/3/2026), dikutip dari CNBC.
Meski demikian, pemerintah mengonfirmasi adanya penyesuaian harga untuk BBM non-subsidi per 1 April mendatang, menyesuaikan harga pasar.
“Di Peraturan Menteri ESDM Tahun 2022 itu telah mengatur dua formulasi tentang harga BBM. Satu harga BBM industri (non subsidi) dan satu nonindustri. Kalau yang industri tanpa diumumkan pun dia terus terjadi berdasarkan harga pasar,” kata Menteri ESDM Bahlil Lahadalia dalam keterangan resminya, dikutip dari Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretaruat Presiden.
Pertamina Angkat Bicara Soal Isu Pertamax Rp17 Ribu
Jagat media sosial X ramai membahas unggahan akun yang menyebut harga Pertamax bakal melambung hingga Rp 17.000 per liter mulai April 2026.
Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero), Muhammad Baron, menegaskan bahwa data tersebut bukan berasal dari sumber resmi.
“Informasi proyeksi kenaikan harga BBM yang beredar tidak dapat dipertanggungjawabkan. Hingga saat ini belum ada pengumuman resmi mengenai harga per 1 April 2026,” tegas Baron.
Ia mengimbau masyarakat untuk tidak mudah percaya pada informasi yang belum terverifikasi. Baron menyarankan warga untuk memantau perkembangan harga melalui saluran resmi perusahaan di www.pertamina.com.
“Dapatkan informasi valid hanya melalui saluran resmi. Pertamina mendukung imbauan Pemerintah untuk menggunakan energi secara bijak,” tutupnya.

Tinggalkan Balasan