Rakor percepatan Penanganan Dampak Sosial Kemasyarakatan (PDSK) yang digelar di Ruang Rapat H. Maksit, Setda Provinsi Kalsel, Banjarbaru, Senin (11/5/2026). Foto: MC Banjar
MediaKalsel, Banjarbaru – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) terus memacu persiapan pembangunan Bendungan Riam Kiwa. Langkah ini dipertegas melalui rapat koordinasi percepatan Penanganan Dampak Sosial Kemasyarakatan (PDSK) yang digelar di Ruang Rapat H. Maksit, Setda Provinsi Kalsel, Banjarbaru, Senin (11/5/2026).
Rapat tersebut dihadiri oleh jajaran krusial, mulai dari Bupati Banjar H. Saidi Mansyur, Sekda Kalsel Muhammad Syarifuddin, perwakilan Kejaksaan Tinggi, Balai Wilayah Sungai (BWS), hingga Badan Pertanahan Nasional (BPN).
Komitmen Pemkab Banjar dan 7 Poin Kesepakatan
Bupati Banjar, Saidi Mansyur, menyatakan apresiasinya terhadap kemajuan tahapan pembangunan. Ia menegaskan bahwa pemerintah daerah dan masyarakat mendukung penuh proyek strategis ini demi kepastian eksekusi di lapangan.
“Kami telah menyepakati beberapa hal terkait inventarisasi dan identifikasi lahan melalui berita acara yang memuat tujuh poin kesepakatan. Poin-poin ini mencakup aspek hukum, regulasi, perencanaan, hingga penyiapan lahan,” ujar Saidi.
Ia berharap Bendungan Riam Kiwa segera memberikan dampak nyata, terutama dalam mendukung sektor pertanian dan menjadi solusi jangka panjang pengendalian banjir di Kabupaten Banjar dan sekitarnya.
Progres Lahan: 80 Persen Clear and Clean
Dalam kesempatan yang sama, Sekda Provinsi Kalsel, Muhammad Syarifuddin, mengungkapkan bahwa koordinasi lintas sektor ini sangat penting untuk menyamakan persepsi hukum dan teknis. Saat ini, pihaknya tengah menunggu legal opinion (pendapat hukum) terkait tahapan verifikasi akhir.
Syarifuddin juga memberikan kabar positif terkait pembebasan lahan:
Terkait anggaran, Syarifuddin bilang pihak BWS mengonfirmasi bahwa dana untuk ganti rugi telah tersedia.
Pemprov Kalsel telah menyusun timeline ketat agar proyek ini tidak terbengkalai. Targetnya, kata Syarifuddin, pada tahun 2028 bendungan sudah bisa selesai.
“Manfaatnya sangat besar dan multifungsi. Selain sebagai pengendali banjir dan pendukung irigasi pertanian, bendungan ini juga diproyeksikan untuk sektor perikanan hingga potensi pembangkit listrik,” pungkas Syarifuddin.
MediaKalsel, Martapura – Ketahanan pangan menjadi salah satu fondasi utama pembangunan daerah. Di Kabupaten Banjar,…
MediaKalsel, Martapura - Truk mengangkut puluhan sepeda motor Honda bertabrakan dan terbalik di Jalan Gubernur…
MediaKalsel, Kandangan — Kuasa hukum PT Antang Gunung Meratus (AGM), Ardian Pratomo, mengaku kecewa dengan…
MediaKalsel, Kandangan - Tiga terdakwa kasus pemalsuan surat tanah di Desa Padang Batung, Kecamatan Padang…
MediaKalsel, Martapura – Bupati Banjar H Saidi Mansyur menyampaikan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Perubahan…
MediaKalsel, Banjarbaru — Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) Kalimantan Selatan menyoroti tingginya sebaran titik panas…