Pembudi Daya Ikan Rugi Rp4,4 Miliar Akibat Banjir
Martapura, MediaKalsel — Sebanyak 151 pembudi daya ikan di Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, menanggung kerugian besar akibat banjir. Estimasi total kerugian mencapai Rp4.463.865.000, dengan komoditas ikan nila sebagai kerugian terbesar, Senin (19/1/2026).
Kepala Seksi Pengelolaan dan Pembudidayaan Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan (DKPP) Banjar, Apriyani Mindra Waspodo, mengatakan banjir menyebabkan air meluap dan menghanyutkan stok ikan yang berada di dalam Keramba Jala Apung (KJA).
”Akibat luapan air, ikan di dalam keramba banyak yang lepas. Berdasarkan data kami, dampak banjir ini meluas mulai dari wilayah hulu di Karang Intan hingga ke Martapura Barat,” ujar Apri.
Apri mengeklaim, pihaknya telah memberikan imbauan dini kepada para pembudi daya sebelum banjir tiba. Namun, banyak pembudi daya yang tidak bisa menghentikan operasional atau memanen ikan lebih awal karena kerja sama dengan penyedia pakan.
”Para pembudi daya harus mengejar target penjualan sesuai kerja sama dengan penyedia pakan, sehingga proses pembudidayaan tetap berjalan meski ada risiko banjir,” lanjutnya.
Hingga saat ini, pihak DKPP Banjar masih terus melakukan pendataan di lapangan. Angka kerugian Rp4,4 miliar tersebut masih bersifat sementara dan berpotensi meningkat seiring dengan proses pemulihan pasca-banjir.
”Data ini adalah laporan sementara pembudi daya ikan yang terdampak di Kabupaten Banjar. Kami mengimbau bagi pembudi daya yang mengalami kerugian namun belum terdata agar segera melapor secara mandiri kepada kami,” tutup Apri.

Tinggalkan Balasan