Banjarmasin, MediaKalsel – Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Lambung Mangkurat (BEM ULM) menyatakan sikap tegas akan mengawal kasus dugaan pembunuhan terhadap mahasiswi bernama Zahra yang melibatkan oknum polisi.

Presiden Mahasiswa BEM ULM, Adi Jayadi, menegaskan kasus ini bukan sekadar kriminal biasa, melainkan ancaman serius terhadap nilai kemanusiaan dan keamanan lingkungan pendidikan. Ia memastikan pihaknya tidak akan membiarkan kasus ini menguap tanpa kepastian hukum.

“BEM ULM akan mengawal tuntas, mulai dari advokasi hukum, penggalangan opini media, hingga edukasi publik. Kami pastikan prosesnya tidak berhenti di tengah jalan,” ujar Adi, Selasa (25/12/2025).

Adi juga menepis anggapan bahwa pengawalan kasus ini dapat mencoreng citra institusi tertentu. Menurutnya, fokus utama mahasiswa adalah memutus budaya kekerasan yang kerap dibiarkan tanpa efek jera. Oleh karena itu, BEM ULM menuntut hukuman setimpal bagi pelaku.

“Per hari ini, kami menyerukan seluruh mahasiswa untuk satu barisan. Kasus kekerasan tidak boleh dianggap hal biasa dan keadilan bagi korban harus ditegakkan,” pungkasnya.