11 November Hari Jomblo Sedunia: Sejarah Unik, Merayakan Self-Love dan Kebebasan!
MediaKalsel – Setiap tanggal 11 November, dunia merayakan Hari Jomblo Sedunia atau yang dikenal sebagai Singles’ Day. Jika momen ini identik dengan festival belanja online besar-besaran, di sisi lain, 11/11 adalah kesempatan emas bagi para lajang di seluruh dunia untuk merayakan kemandirian, kebebasan, dan cinta pada diri sendiri (self-love) tanpa terbebani status hubungan.
Tahun ini, 11 November 2025, menjadi pengingat bahwa status lajang bukanlah hal yang patut disesali, melainkan pilihan hidup yang sah dan positif.
Sejarah Unik di Balik Angka “1-1-1-1”
Hari Jomblo Sedunia (Guanggun Jie atau “Hari Batang Kosong” dalam bahasa Mandarin) berakar dari Tiongkok, tepatnya pada awal tahun 1990-an.
Awal mula perayaan ini pertama kali dicetuskan oleh sekelompok mahasiswa lajang di Universitas Nanjing pada tahun 1993. Mereka mencari cara untuk melawan stigma sosial dan tekanan untuk segera berpasangan, sekaligus menandingi Hari Valentine.
Pemilihan tanggal 11 November (11/11) dipilih karena susunan angka “1-1-1-1” dianggap merepresentasikan empat individu yang berdiri sendiri atau tunggal. Angka satu (1) secara simbolis melambangkan kesendirian dan kemandirian.
Transformasi Komersial: Perubahan besar terjadi pada tahun 2009 ketika raksasa e-commerce Alibaba menjadikannya sebagai festival belanja daring tahunan besar-besaran. Sejak saat itu, Hari Jomblo berubah menjadi hari belanja global terbesar di dunia, bahkan melampaui Black Friday dan Cyber Monday.
Meskipun telah menjadi fenomena komersial, esensi perayaan ini tetap melekat: sebuah hari untuk memberikan hadiah kepada diri sendiri.
Makna Bagi Para Jomblo: Merayakan Self-Love dan Kebebasan!
Di luar hiruk pikuk diskon, Hari Jomblo Sedunia menawarkan makna yang mendalam, terutama bagi individu yang menikmati status lajangnya:
1. Simbol Kemandirian dan Kebebasan
Momen 11/11 adalah pengakuan bahwa hidup dapat dinikmati sepenuhnya tanpa ketergantungan pada pasangan romantis. Ini adalah perayaan kebebasan untuk mengambil keputusan, menentukan arah hidup, dan mengeksplorasi minat pribadi.
2. Fokus pada Self-Love
Hari ini mendorong para lajang untuk melakukan self-care dan investasi pada diri sendiri. Entah itu dengan membeli barang yang sudah lama diidam-idamkan (sesuai tradisi belanja 11.11), berlibur, atau menghabiskan waktu berkualitas untuk hobi.
3. Memperkuat Hubungan Pertemanan
Tradisi awal perayaan ini adalah berkumpul bersama teman-teman sesama lajang, makan malam, atau sekadar saling menyemangati. Hal ini menegaskan bahwa dukungan sosial dan persahabatan juga merupakan bentuk cinta yang valid dan penting.
4. Anti-Tekanan Sosial
Hari Jomblo menjadi ruang aman untuk menolak tekanan budaya atau keluarga yang menuntut agar seseorang harus segera menikah. Ini adalah momentum untuk bangga dengan status lajang sebagai sebuah pilihan hidup.
Pada akhirnya, Hari Jomblo Sedunia 2025 mengingatkan kita bahwa kebahagiaan sejati dimulai dari diri sendiri. Menjadi single bukanlah status yang menyedihkan, melainkan sebuah kesempatan untuk bertumbuh dan mencintai diri sendiri seutuhnya, sebelum atau sambil menanti pasangan yang tepat.

Tinggalkan Balasan