Wagub Hasnur Bicara Sejarah dan Filosofi Nama Barito Putera Sebagai Pemersatu Warga Kalsel
MediaKalsel, Banjarmasin – Wakil Gubernur Kalimantan Selatan, Hasnuryadi Sulaiman, mengajak masyarakat mempererat persatuan dan kebersamaan melalui olahraga serta momentum Ramadan saat menghadiri kegiatan buka puasa bersama di Rumah Dinas Wakil Gubernur Kalimantan Selatan di Banjarmasin, Minggu (8/3/2026).
Hasnuryadi mengenang pesan almarhum orang tuanya yang menjadi dasar berdirinya klub sepak bola Barito Putera. Ia menuturkan bahwa gagasan mendirikan klub tersebut muncul ketika sang ayah tengah menjalani perawatan di rumah sakit, namun tetap memikirkan sesuatu yang dapat mempersatukan masyarakat.
Menurutnya, filosofi nama “Barito” diambil dari nama sungai besar di Kalimantan yang melambangkan persatuan masyarakat yang hidup di sepanjang alirannya.
“Yang ingin disampaikan sebenarnya bukan sekadar tentang olahraga, tetapi bagaimana olahraga itu bisa menjadi pemersatu kita semua,” ujar Hasnur.
Hasnuryadi juga menyampaikan apresiasi kepada Gubernur Kalimantan Selatan atas arahan dan dukungan yang diberikan, Ia berharap kembalinya Barito Putera bermain di kandang sendiri dapat menjadi semangat baru bagi tim dan masyarakat Banua.
“Kami berharap ini menjadi semangat bagi kami untuk memberikan kebanggaan kepada masyarakat dan mudah-mudahan Barito Putera dapat kembali ke Liga 1,” katanya.
Selain menyampaikan harapan terhadap kemajuan olahraga, Hasnuryadi juga memohon doa agar dirinya dan keluarga dapat terus melanjutkan nilai-nilai kebaikan yang telah diwariskan oleh orang tuanya.
Ia menyebutkan pengabdian tersebut diwujudkan melalui berbagai peran, baik dalam tugasnya sebagai Wakil Gubernur Kalimantan Selatan, kegiatan usaha yang membuka lapangan pekerjaan, maupun melalui lembaga sosial dan pendidikan yang dikelola keluarga.
Ia juga berharap, berbagai upaya tersebut dapat memberikan manfaat bagi masyarakat serta turut membantu pemerintah dalam menggerakkan perekonomian daerah.
Hasnuryadi juga mengajak seluruh hadirin untuk mendoakan para ulama dan tokoh yang telah wafat, termasuk para guru dan orang tua yang telah berjasa dalam kehidupan masyarakat Banua.

Tinggalkan Balasan