MediaKalsel, Banjarbaru – Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Banjarbaru secara resmi membuka Pelatihan Petugas Pendataan Lengkap Sensus Ekonomi 2026 (SE2026) gelombang pertama. Agenda penguatan kapasitas ini dilaksanakan di Banjarbaru pada Kamis (4/6/2026). Pelatihan yang diselenggarakan berdasarkan payung hukum Undang-Undang Nomor 16 Tahun 1997 tentang Statistik ini diproyeksikan untuk melahirkan petugas lapangan yang kompeten.

Kepala BPS Kota Banjarbaru, Agus Muslim, dalam laporan panitianya memaparkan, pelatihan Gelombang pertama ini diikuti oleh total 135 peserta resmi. Jajaran peserta tersebut terdiri atas 34 orang laki-laki dan 101 orang perempuan.

“Jadi proses pembelajaran bagi para petugas melalui dua metode penyerapan materi. Pertama Pembelajaran Mandiri yang berlangsung tanggal 1 hingga 3 Juni 2026. Kedua, pembelajaran tatap muka yang berlangsung pada tanggal 4 hingga 6 Juni 2026,” ujar Agus.

Melalui pola pengajaran tersebut, BPS Banjarbaru menargetkan para petugas dapat memahami secara mendalam standar operasional prosedur (SOP) pendataan lengkap SE2026, menguasai metodologi serta konsep teknis, hingga mahir dalam penggunaan aplikasi pendataan di lapangan.

Sementara itu, Plh Kepala BPS Provinsi Kalimantan Selatan, Ahmad Mudzakkir, yang hadir langsung membuka acara, menjelaskan pelaksanaan SE2026 merupakan langkah vital dalam merespons perubahan struktur ekonomi, dinamika global, serta transformasi digital dunia usaha saat ini.

Ahmad Mudzakkir menegaskan bahwa tujuan utama dari SE2026 adalah menyediakan data dasar bagi seluruh sektor kegiatan ekonomi secara nasional—kecuali lapangan usaha administrasi pemerintahan, pertahanan, jaminan sosial wajib, serta aktivitas internal rumah tangga tangga sebagai pemberi kerja. Data yang terkumpul nantinya akan menjadi landasan utama penyusunan kebijakan dan perencanaan pembangunan nasional.

“Sensus ini ditujukan untuk menyediakan informasi struktur ekonomi, karakteristik usaha, hingga potret ekonomi digital dan ekonomi lingkungan secara akurat,” jelas Ahmad Mudzakkir dalam sambutannya.

Ia menambahkan, salah satu kunci utama keberhasilan dari pendataan masif ini terletak pada kesiapan dan kualitas SDM di lapangan.

“Oleh karena itu, pelatihan petugas lapangan yang dijadwalkan berjalan dari minggu ketiga Mei hingga minggu kedua Juni ini memegang peran yang sangat krusial,” tambahnya.

Ahmad Mudzakkir mengimbau seluruh peserta untuk mengikuti pelatihan dengan fokus, serius, disiplin, dan aktif. Hal ini penting agar tercipta penyamaan persepsi, penyempurnaan strategi, serta menjadi forum diskusi yang efektif guna mengantisipasi berbagai potensi permasalahan yang mungkin terjadi di lapangan. Berdasarkan tahapan kegiatan, pasca-pelatihan dan sosialisasi pada bulan Juni 2026, tahap pendataan lapangan secara lengkap di masyarakat dijadwalkan bakal berlangsung mulai tanggal 15 Juni hingga 31 Agustus 2026.