MediaKalsel, Martapura – Beragam produk kuliner lokal memenuhi kawasan Pasar Kuliner Desa Pekauman Ulu, Kecamatan Martapura Timur, Kabupaten Banjar, Sabtu (22/8/2026).

Festival UMKM yang digelar dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia itu menjadi ruang bagi pelaku usaha lokal untuk memasarkan sekaligus mengenalkan produk mereka kepada masyarakat.

Sebanyak 30 tenant UMKM ikut meramaikan kegiatan tersebut. Berbagai makanan dan minuman ditawarkan kepada pengunjung, mulai dari kerupuk, aneka snack, roti, mie habang, puding, nasi kebuli, tahu pedas, risoles, kue, dan aneka makanan lainnya.

Kepala Desa Pekauman Ulu, Bima Dwi Satriya mengatakan, festival tersebut merupakan salah satu upaya pemerintah desa untuk membantu masyarakat mengembangkan usaha yang mereka jalankan.

“Festival UMKM ini kami adakan untuk membantu atau memajukan UMKM-UMKM yang ada di desa kami,” ujarnya.

Bima menyebut jumlah tenant tahun ini mengalami peningkatan dibandingkan pelaksanaan pada 2025. Jika tahun sebelumnya hanya tersedia sekitar 20 stan, tahun ini pemerintah desa menambahnya menjadi 30 tenant.

Seluruh peserta yang mengikuti festival merupakan pelaku UMKM dari Desa Pekauman Ulu. Menurut Bima, bertambahnya jumlah tenant menunjukkan semakin banyak masyarakat yang terlibat dalam kegiatan usaha, khususnya melalui produk rumahan.

“Untuk tenant yang kami sediakan, alhamdulillah tahun ini meningkat. Dari tahun kemarin 20 tenant, sekarang kami naikkan menjadi 30. Ada kemungkinan tahun depan kami naikkan lagi,” katanya.

Festival berlangsung mulai pukul 08.00 hingga 18.00 WITA dan menjadi bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-81 RI di Desa Pekauman Ulu.

Sebelum kegiatan UMKM berlangsung, masyarakat terlebih dahulu mengikuti gerak jalan santai dan zumba. Setelah festival selesai, rangkaian perayaan kemerdekaan dilanjutkan dengan berbagai perlombaan khas 17 Agustus.

Dari kegiatan tersebut, Bima memperkirakan perputaran transaksi dapat mencapai puluhan juta rupiah. Namun, pemerintah desa belum melakukan pendataan khusus mengenai total omzet maupun jumlah pengunjung.

“Untuk perputaran yang terjadi, saya rasa bisa puluhan juta karena mereka menyiapkan dagangan sampai sore,” ungkapnya.

Antusiasme masyarakat terlihat dari ramainya kawasan pasar kuliner. Warga datang untuk berbelanja sekaligus menikmati beragam makanan dan minuman yang ditawarkan para pelaku UMKM.

Bima memperkirakan jumlah pengunjung yang hadir selama kegiatan mencapai sekitar 10 ribu orang.

Festival UMKM Pekauman Ulu tahun ini menjadi pelaksanaan kedua. Pemerintah desa berharap kegiatan tersebut dapat terus dilaksanakan setiap tahun dan ke depan bisa berkembang melalui kolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Banjar.

“Insyaallah tiap tahun akan kami laksanakan. Mudah-mudahan tahun depan kami bisa berkolaborasi dengan kabupaten dan menghadirkan Bapak Bupati langsung ke sini,” harapnya.

Camat Martapura Timur, Sonwani Agus, turut mengapresiasi pelaksanaan Festival UMKM Pekauman Ulu. Menurutnya, kegiatan tersebut merupakan salah satu bentuk pemberdayaan ekonomi masyarakat yang perlu terus dikembangkan.

“Untuk pelaksanaan kegiatan ini memang setiap tahun ada. Kami sangat mengapresiasi dan sangat luar biasa,” kata Sonwani.

Ia menilai Desa Pekauman Ulu memiliki potensi sumber daya manusia dan sumber daya alam yang cukup besar. Potensi tersebut, menurutnya, perlu dikelola dengan baik sehingga mampu memberikan manfaat bagi perekonomian masyarakat.

“Desa Pekauman Ulu ini banyak memiliki potensi sumber daya manusia, kemudian sumber daya alamnya juga. Tinggal bagaimana mengelola dengan baik. Mudah-mudahan kegiatan pemberdayaan ekonomi bisa lebih meningkat, khususnya untuk warga masyarakat, ibu-ibu rumah tangga yang memiliki UMKM atau industri kuliner rumah tangga,” ujarnya.

Sonwani berharap pelaksanaan festival pada tahun-tahun berikutnya dapat dipersiapkan semakin baik sehingga jangkauannya lebih luas dan manfaatnya semakin dirasakan masyarakat.

Salah seorang pelaku UMKM, Nurhayati, juga memanfaatkan festival tersebut untuk memperkenalkan produk jualannya. Ia membawa sejumlah makanan olahan seperti roti, bakpia dan pisang molen.

Menurutnya, kegiatan semacam ini cukup membantu pelaku UMKM untuk memperkenalkan produk sekaligus mengembangkan usaha.

“Alhamdulillah cukup ramai. Mudah-mudahan kegiatan seperti ini bisa dilaksanakan setahun dua atau tiga kali, supaya para pembuat kue atau UMKM yang ada di Pekauman Ulu semakin maju,” tuturnya.

Sementara itu, salah seorang pengunjung, Nor Hayati yang akrab disapa Haji Enong, mengaku tertarik datang karena ingin ikut memeriahkan kegiatan sekaligus mendukung pelaku UMKM lokal.

Menurutnya, kegiatan seperti festival UMKM dapat menjadi wadah untuk membangun semangat para pelaku usaha agar terus mengembangkan produk mereka.

“Kalau semangat, kadang-kadang bersama dengan yang lain, insyaallah maju. Harapannya semakin maju,” ujarnya.

Festival UMKM Pekauman Ulu pun tidak sekadar menjadi bagian dari perayaan HUT RI. Di tengah aktivitas pasar kuliner di tepian sungai tersebut, kegiatan ini memperlihatkan bagaimana ruang sederhana dapat menjadi tempat bertemunya produk lokal, pembeli dan semangat warga dalam menggerakkan ekonomi desa.

Antusiasme pengunjung juga terlihat cukup tinggi. Mereka yang hadir tidak hanya berasal dari Desa Pekauman Ulu, tetapi juga terdapat pengunjung dari luar desa yang ikut meramaikan pasar kuliner tersebut.

Kehadiran masyarakat dari luar desa sekaligus menjadi peluang bagi pelaku UMKM untuk memperkenalkan produk mereka kepada calon pembeli yang lebih luas.