Banjarbaru, MediaKalsel – Momen perayaan Hari Ulang Tahun ke-49 SMAN 2 Banjarbaru meluncurkan program inovasi bernama GASAN SMADA (Gerakan Sekolah Nyaman dan Aman). Pemerintah sebut sekolah ini berpeluang berbagai pilot project dalam memajukan dunia pendidikan di Kalimantan Selatan.

Kegiatan ini dihadiri Gubernur Kalimantan Selatan H Muhidin yang diwakili Asisten III Bidang Administrasi Umum Setdaprov Kalsel Dinansyah, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalsel Galuh Tantri Narindra, serta jajaran guru dan siswa SMAN 2 Banjarbaru.

Dalam sambutannya, Dinansyah menyampaikan apresiasi atas kontribusi SMAN 2 Banjarbaru selama hampir setengah abad dalam mencetak generasi unggul di Kalimantan Selatan.

“Atas nama Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, saya mengucapkan selamat Hari Ulang Tahun ke-49 kepada SMA Negeri 2 Banjarbaru. Sekolah ini secara konsisten mencetak generasi yang berprestasi, berkarakter, dan mampu bersaing di berbagai bidang,” ujar Dinansyah, Kamis (12/2/2026).

Ia menegaskan, sekolah harus menjadi ruang yang aman dan sehat bagi peserta didik, baik secara fisik maupun psikologis. Menurutnya, di tengah perkembangan teknologi dan ruang sosial digital, peserta didik perlu dibekali literasi digital dan etika bermedia.

“Kemajuan teknologi membawa peluang sekaligus risiko seperti perundungan siber dan penyalahgunaan media sosial. Karena itu, literasi digital harus menjadi budaya di lingkungan sekolah,” jelasnya.

Dinansyah juga menekankan bahwa pembangunan sumber daya manusia menjadi fondasi utama pembangunan daerah serta bagian dari visi dan misi Gubernur dan Wakil Gubernur Kalimantan Selatan.

SMAN 2 Banjarbaru Berpeluang Jadi Sekolah Pilot Project

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalsel Galuh Tantri Narindra menyebut SMAN 2 Banjarbaru sebagai salah satu sekolah favorit masyarakat dengan jumlah siswa mencapai 1.048 orang.

“Jumlah siswa yang besar menunjukkan kepercayaan masyarakat terhadap kualitas sekolah ini,” ungkapnya.

Tantri juga mengapresiasi peluncuran program GASAN SMADA sebagai langkah konkret mencegah perundungan dan menciptakan lingkungan belajar yang sehat. Bahkan, pihaknya tengah mengembangkan kajian Surveillance of Bullying Detection yang direncanakan menjadi program percontohan di sejumlah sekolah.

“Jika mampu merespons dengan baik, SMAN 2 Banjarbaru berpeluang menjadi pilot project. Pendidikan tidak hanya soal kecerdasan intelektual, tetapi juga emosional dan spiritual,” tambahnya.

Lalu, Plt Kepala SMAN 2 Banjarbaru Haryono mengatakan, momentum HUT ke-49 menjadi penguatan komitmen sekolah dalam meningkatkan kualitas pendidikan sekaligus menghadirkan lingkungan belajar yang lebih nyaman dan aman.

“Kami berkomitmen menghadirkan berbagai inovasi pendidikan yang berdampak positif bagi perkembangan peserta didik sebagai bentuk kepercayaan dari masyarakat dan pemerintah,” pungkas Haryono.