EKBIS

Investasi Bergairah, Transaksi Saham di Kalsel Tembus Rp3,62 Triliun

MediaKalsel, Banjarmasin – Pasar modal di Kalimantan Selatan menunjukkan performa impresif sepanjang tahun 2025. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Kalimantan Selatan mencatat nilai transaksi saham di wilayah ini mencapai Rp3,62 triliun hingga Desember 2025.

Kepala OJK Provinsi Kalimantan Selatan, Agus Maiyo, mengungkapkan bahwa lonjakan transaksi ini berbanding lurus dengan pertumbuhan jumlah investor di Bumi Lambung Mangkurat. Hingga akhir tahun lalu, jumlah Single Investor Identification (SID) saham tercatat sebanyak 497.131 investor.

“Aktivitas pasar modal yang meningkat mencerminkan kepercayaan masyarakat Kalsel terhadap investasi digital yang semakin kuat,” ujar Agus di Banjarmasin, Sabtu (14/3/2026).

Reksa Dana dan Pinjaman Online Mendominasi

Selain saham, instrumen reksa dana juga menjadi primadona dengan nilai penjualan mencapai Rp0,715 triliun dari 995.860 SID. Tren pertumbuhan juga terlihat signifikan pada sektor pinjaman daring (fintech lending).

Per Agustus 2025, outstanding pembiayaan pinjaman daring di Kalsel melonjak 31,13 persen (yoy) menjadi Rp1,026 triliun. Meski tumbuh pesat, tingkat risiko kredit agregat (TWP90) tetap terkendali di level 2,26 persen.

Rincian Kinerja Industri Keuangan Non-Bank (IKNB)

OJK juga merilis data kinerja sektor keuangan lainnya per Desember 2025:

  • Perusahaan Pembiayaan: Piutang pembiayaan tercatat Rp11,89 triliun dengan rasio NPF rendah di angka 1,94 persen.
  • Pergadaian: Tumbuh pesat 61,59 persen dengan nilai pembiayaan Rp912 miliar.
  • Dana Pensiun: Aset bersih tumbuh 10,12 persen menjadi Rp377 miliar.
  • Modal Ventura: Penyaluran tumbuh tipis 0,08 persen senilai Rp97 miliar.

Waspada Investasi Ilegal dan Pengaduan Konsumen

Di sisi perlindungan konsumen, OJK Kalsel telah memproses 177 pengaduan melalui Aplikasi Portal Perlindungan Konsumen (APPK). Menariknya, sektor fintech peer-to-peer lending menjadi penyumbang pengaduan terbanyak (41,24 persen), disusul bank umum (28,81 persen), dan perusahaan pembiayaan (25,99 persen).

Guna membentengi masyarakat dari aktivitas keuangan ilegal, OJK gencar melakukan edukasi. Sepanjang Januari-Februari 2026, sebanyak 1.063 peserta telah mengikuti sosialisasi mengenai kewaspadaan investasi bodong.

Strategi TPAKD 2026: Melawan Rentenir

Melalui Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD), Agus menegaskan lima program strategis untuk tahun 2026:

  • Kredit Melawan Rentenir.
  • Satu Rekening Satu Pelajar (KEJAR).
  • Ekosistem Keuangan Inklusif Perdesaan.
  • Ekosistem Bank Sampah.
  • Business Matching UMKM.

“OJK akan terus memperkuat literasi dan inklusi keuangan untuk menjaga stabilitas sektor jasa keuangan sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi daerah,” pungkas Agus.

Hendra

Recent Posts

Pemkab Banjar Luncurkan Pilkades Serentak 2026, 20 Desa Bersiap

MediaKalsel, Banjar – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banjar resmi memulai tahapan Pemilihan Pambakal (Kepala Desa) Serentak…

13 jam ago

Ustazah Asal Martapura Ditemukan Tewas di Sungai Ulin Banjarbaru, Anting dan Hp Hilang

MediaKalsel, Banjarbaru – Seorang ustazah ditemukan tewas dengan tubuh luka-luka di kawasan hutan Kelurahan Sungai…

18 jam ago

PLN Icon Plus Borong Penghargaan di Indonesia Best 50 CEO & COO Awards 2026

MediaKalsel, Jakarta – PLN Icon Plus kembali mengukuhkan posisinya sebagai pemimpin industri melalui capaian membanggakan…

19 jam ago

Aeris Hotel Banjarbaru Jalin Tali Kasih Kepada Ibu Lansia, Road to Anniversary ke-2

MediaKalsel, Banjarbaru - Aeris Hotel Banjarbaru menjalin tali kasih kepada Ibu lanjut usia (Lansia) yang…

23 jam ago

Jatuh Saat Buang Air, Nelayan KM Putra Tenggelam di Perairan Muara Kintap

MediaKalsel, Pelaihari – Tim SAR Gabungan melakukan pencarian intensif terhadap seorang nelayan bernama Amat (19)…

2 hari ago

DPRKPLH Banjar: 381 Kawasan Perumahan Belum Laporkan PSU, Banyak Ditinggalkan Developer

MediaKalsel, Martapura - 381 Laporan Prasarana, Sarana, dan Utilitas Umum (PSU) perumahan di Kabupaten Banjar…

2 hari ago