BANJARBARU, MediaKalsel – National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) Kabupaten Banjar menggelar Musyawarah Olahraga Kabupaten Musorkab Tahun 2026 di Grand Qin Hotel Banjarbaru, Kamis (15/01/202).

Kegiatan ini menjadi forum tertinggi organisasi dalam mengevaluasi kepengurusan serta memilih Ketua Umum NPCI Kabupaten Banjar periode 2026–2030.

Musorkab dibuka secara resmi dan dihadiri jajaran pengurus NPCI Kabupaten Banjar, perwakilan NPCI Provinsi Kalimantan Selatan, atlet dari berbagai cabang olahraga disabilitas, serta unsur pemerintah daerah dan stakeholder terkait dengan total peserta yang hadir sekitar 50 orang.

Ketua Pelaksana Musorkab, Fahrudin, dalam laporannya menyampaikan pelaksanaan Musorkab berlandaskan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga NPCI Kabupaten Banjar serta program kerja organisasi. Musorkab digelar seiring berakhirnya masa kepengurusan periode 2021–2026.

“Musorkab ini bertujuan menyampaikan laporan pertanggungjawaban kepengurusan sebelumnya, mengevaluasi program kerja, serta memilih Ketua Umum NPCI Kabupaten Banjar masa bakti 2026–2030. Selain itu, kegiatan ini diharapkan dapat menyatukan visi dan misi pembinaan olahraga disabilitas di Kabupaten Banjar,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Banjar, Irwan Jaya menegaskan, komitmen pemerintah daerah dalam mendukung pengembangan olahraga disabilitas. Menurutnya, keterbatasan fisik bukanlah penghalang untuk meraih prestasi.

“Pemerintah Kabupaten Banjar melalui Disbudporapar akan terus mendukung NPCI, termasuk melalui fasilitasi dana hibah dan pemberian bonus bagi atlet berprestasi. Atlet NPCI telah membuktikan bahwa semangat dan kerja keras mampu mengharumkan nama daerah hingga tingkat nasional,” kata Irwan Jaya.

Ia berharap Musorkab dapat menghasilkan kepengurusan yang solid, program kerja yang realistis dan berkelanjutan, serta strategi pembinaan atlet yang semakin kuat ke depan.

Dukungan juga disampaikan Wakil Ketua I Bidang Organisasi NPCI Provinsi Kalimantan Selatan, Sugian Noor. Ia mengapresiasi pelaksanaan Musorkab NPCI Kabupaten Banjar yang dinilainya tertata rapi dan menjadi salah satu yang terbaik di Kalimantan Selatan.

“Manajemen dan partisipasi di NPCI Kabupaten Banjar sangat luar biasa. Ini patut menjadi contoh bagi kabupaten dan kota lain. Pembinaan olahraga disabilitas harus terus dikembangkan dengan menjaga martabat dan profesionalisme,” ujarnya.

Ia menambahkan Musorkab NPCI Kabupaten Banjar sebagai yang paling lengkap dari sisi peserta dan pelaksanaan.

“Dengan adanya regenerasi kepengurusan, kami berharap prestasi atlet NPCI Kabupaten Banjar semakin meningkat, baik di tingkat nasional maupun internasional,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Ketua NPCI Kabupaten Banjar periode 2021–2026 juga menyampaikan laporan pertanggungjawaban kepengurusan, termasuk pembinaan 12 cabang olahraga disabilitas serta pengelolaan dana hibah dari APBD Kabupaten Banjar yang digunakan untuk mendukung program latihan dan prestasi atlet.

Musorkab NPCI Kabupaten Banjar 2026 diharapkan menghasilkan kepemimpinan baru yang mampu membawa organisasi semakin maju, memperkuat sinergi antar cabang olahraga, serta meningkatkan kesejahteraan dan prestasi atlet disabilitas di Kabupaten Banjar.