MediaKalsel, Banjarbaru – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan (Pemprov Kalsel) mematangkan rencana pembangunan stadion berstandar internasional melalui Rapat Koordinasi (Rakor) di Kantor Gubernur Kalsel, Banjarbaru, Kamis (12/3/2026). Proyek strategis ini akan menelan anggaran sebesar Rp1 triliun.

Rakor dipimpin oleh Tenaga Ahli Gubernur Kalsel, Tasriq Usman, didampingi Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Ariadi Noor, serta dihadiri perwakilan SKPD terkait dan Pemerintah Kota Banjarbaru.

Kepala Dinas PUPR Kalsel, M. Yasin Toyib, mengungkapkan bahwa proyek saat ini masih fokus pada tahap pembebasan lahan. Seluruh kelengkapan administrasi telah diserahkan kepada Kantor Wilayah (Kanwil) Pertanahan untuk diproses.

“Dua minggu lalu administrasi dinyatakan lengkap setelah sosialisasi ke masyarakat. Sekarang tinggal menunggu proses pembebasan lahan oleh Kanwil Pertanahan atau delegasi ke Kantor Pertanahan Banjarbaru,” ujar Yasin.

Jika pembebasan lahan rampung dalam dua hingga tiga bulan ke depan, Pemprov Kalsel akan langsung melanjutkan ke tahap pengadaan konstruksi.

“Proses pengadaan butuh waktu sekitar dua bulan. Jika lancar, groundbreaking (peletakan batu pertama) dan pengerjaan fisik ditargetkan mulai pada pertengahan tahun 2026,” tambahnya.

Skema Anggaran Multiyears

Pembangunan stadion ini akan menggunakan skema anggaran tahun jamak (multiyears) selama tiga tahun anggaran (2026–2028):

• 2026: Rp150 miliar (tahap awal).
• 2027: Rp450 miliar.
• 2028: Rp400 miliar (penyelesaian).

Pemko Banjarbaru Dukung Perizinan dan Tata Ruang

Di sisi lain, Sekretaris Daerah Kota Banjarbaru, Sirajoni, menegaskan dukungan penuh dari pemerintah kota, terutama terkait aspek legalitas lingkungan dan tata ruang. Saat ini, kata dia, Persetujuan Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang (PKKPR) dan dokumen AMDAL tengah berjalan.

Mengenai lokasi yang berdekatan dengan kawasan hutan lindung, Sirajoni menjelaskan telah disiapkan mekanisme penggantian kawasan di wilayah lain di Kalsel sesuai ketentuan yang berlaku.

“Kami berharap stadion ini menjadi daya ungkit ekonomi baru bagi Kota Banjarbaru. Selain fasilitas olahraga, kehadirannya diharapkan memicu pertumbuhan sektor ekonomi di sekitarnya,” pungkas Sirajoni.