MediaKalsel, Banjarbaru – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) mengumumkan rencana pengeringan total Daerah Irigasi (DI) Riam Kanan. Langkah ini diambil sebagai bagian dari pemeliharaan rutin jaringan irigasi yang melintasi Kabupaten Banjar dan Kota Banjarbaru.

Kepala Bidang Sumber Daya Air (SDA) Dinas PUPR Kalsel, Wahid Ramadani, menjelaskan bahwa pengeringan ini bertujuan untuk membersihkan sedimen dan gulma yang mulai menghambat debit air.

“Pengeringan dilakukan untuk pemeliharaan saluran primer dan sekunder, termasuk pembersihan sedimentasi yang telah mengurangi kapasitas aliran air,” ujar Wahid, Selasa (17/3/2026).

Alasan dan Teknis Pengeringan

Wahid menyebutkan, pertumbuhan gulma di saluran primer kini sangat pesat akibat penumpukan lumpur di dasar saluran. Kondisi ini menutup penampang basah saluran sehingga aliran air tidak maksimal.

Dinas PUPR akan menyasar saluran primer sepanjang 24,047 kilometer dan saluran sekunder sepanjang 62,834 kilometer. Selain pembersihan, petugas juga akan memperbaiki sejumlah bangunan irigasi yang rusak guna menjamin ketersediaan air untuk Musim Tanam I 2026–2027 serta kebutuhan air minum masyarakat.

“Ketinggian muka air pada saluran primer akan diturunkan hingga nol meter agar operasional alat berat selama proses pemeliharaan berjalan optimal,” tambahnya.

Jadwal Pelaksanaan

Berdasarkan hasil Sidang Komisi Irigasi Provinsi Kalsel, jadwal pengeringan disepakati sebagai berikut:

  • Waktu Pelaksanaan: September hingga Oktober 2026.
  • Target: Saluran Primer (24,047 km) & Saluran Sekunder (62,834 km).

Pihak PUPR mengimbau para petani dan masyarakat pengguna air untuk segera melakukan persiapan matang sebelum masa pengeringan dimulai.

“Kami berharap seluruh pengguna air dapat menyesuaikan aktivitasnya. Jika ada perubahan jadwal, akan kami sampaikan kembali melalui pengumuman resmi dan media sosial,” pungkas Wahid.

Melalui normalisasi ini, sistem irigasi DI Riam Kanan diharapkan kembali berfungsi optimal dalam menyuplai kebutuhan sektor pertanian dan air bersih di Kalimantan Selatan.