Petani di Desa Palimbangan Gusti, Kecamatan Haur Gading, Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU), menyayangkan adanya bangunan yang menghalangi proyek peningkatan jalan tani, Rabu 93/12/2025). Foto: Hendra
HSU, MediaKalsel – Proyek rehabilitasi Jalan Usaha Tani senilai Rp876 juta di Desa Palimbangan Gusti, Kecamatan Haur Gading, Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU), Kalimantan Selatan, terancam gagal setelah pengerjaannya terhenti.
Penghentian proyek akibat adanya bangunan baru yang diduga didirikan oleh oknum tertentu tepat di tengah badan jalan yang sedang direhabilitasi.
Para petani setempat menyayangkan terhentinya proyek yang krusial bagi aktivitas pertanian mereka tersebut.
Jalan Sudah Puluhan Tahun, Muncul Bangunan Setelah Proyek Rehabilitasi
Proyek peningkatan jalan pertanian ini merupakan bagian dari Program Swasembada Pangan 2025 yang dikerjakan oleh Pemerintah Kabupaten HSU melalui Dinas PUPR Bidang Sumber Daya Air.
Berdasarkan pantauan di lokasi pada Rabu (3/12/2025), pengerjaan rehabilitasi jalan sudah tidak dilanjutkan. Aktivitas terhenti persis di depan sebuah bangunan yang baru didirikan. Bahkan ada dua titik bangunan baru yang menghalangi jalan.
Salah seorang petani senior, H. Abdul Karim (70), mengungkapkan bahwa jalan tani tersebut telah ada sejak tahun 2005 dan tidak pernah bermasalah. Masalah baru muncul setelah program rehabilitasi jalan ini dimulai.
“Saya tidak mengerti juga untuk apa bangunan tersebut, tiba-tiba saja ada bangunan menghalangi saat proyek mulai berjalan,” ujar Karim.
Harapan Petani untuk Akses Mudah ke Sawah
Abdul Karim menjelaskan, rehabilitasi jalan tani sangat penting karena selama ini jalan setapak tersebut sering terendam air saat musim hujan. Kondisi ini memaksa para petani menggunakan perahu untuk mencapai sawah mereka.
“Kami sangat berharap jalan ini dapat diteruskan dan diselesaikan 100 persen, karena akan sangat membantu kami para petani,” harapnya.
Karim menambahkan, jika peningkatan jalan tani itu dapat diselesaikan para petani akan sangat dimudahkan akses ke sawah karena akan dapat dilalui sepeda motor untuk mengangkut hasil panen.
Kekecewaan serupa disampaikan oleh petani muda, Bahrudin Nor (25), yang saking mendukungnya proyek tersebut, ia turut membantu dalam pengerjaannya.
“Sangat kecewa pembangunan jalan tani ini terhenti secara tiba-tiba di tengah jalan. Sudah satu pekan lebih ini terhenti,” ungkap Bahrudin.
MediaKalsel, Martapura - Kafilah tuan rumah Kecamatan Martapura Timur sukses menyabet gelar Juara Umum pada…
MediaKalsel, Tanah Laut — Sistem kelistrikan di Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah (Kalselteng) diproyeksikan pulih…
MediaKalsel, Balangan – Pemerintah Kabupaten Balangan mengusulkan Rancangan Perubahan Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon…
MediaKalsel, Martapura – Bupati Banjar H Saidi Mansyur menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan,…
MediaKalsel, Martapura – Pemerintah Kabupaten Banjar menindaklanjuti laporan masyarakat terkait dugaan permintaan liar kepada pengunjung…
MediaKalsel, Banjarbaru – Kepolisian Daerah Kalimantan Selatan (Polda Kalsel) memusnahkan 172,4 kilogram sabu dan 556…