EKBIS

Tren Perhotelan di Kalsel Turun, Geopark Meratus Andalkan Status UNESCO untuk Bangkit

MediaKalsel, Banjarbaru – Aktivitas pariwisata di kawasan Geopark Meratus mengalami kelesuan pada triwulan pertama (Q1) 2026. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), tingkat hunian kamar hotel di Kalimantan Selatan merosot signifikan dibandingkan periode akhir tahun lalu.

Wakil Sekretaris Badan Pengelola Geopark Meratus UNESCO Global Geopark, Theodorik Rizal Manik, menyebutkan angka hunian hotel pada Desember 2025 yang mencapai 59,80 persen, terjun bebas di awal tahun.

“Pada Januari, tingkat hunian turun menjadi 49 persen, dan kembali melandai di angka 44 persen pada Februari. Ini menunjukkan penurunan aktivitas pariwisata yang cukup tajam di triwulan pertama,” ujar Theodorik di Banjarbaru, Kamis (23/4/2026).

Faktor Musiman dan Minimnya Agenda

Menurutnya, penurunan ini merupakan fenomena musiman yang lazim terjadi di awal tahun akibat minimnya agenda pariwisata berskala besar. Kondisi ini kontras dengan bulan Desember yang didorong oleh mobilitas wisatawan pada momen Haul Sekumpul dan libur akhir tahun.

“Saat ini kalender event belum berjalan optimal, baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota. Hal ini berdampak langsung pada jumlah kunjungan ke destinasi unggulan seperti Geopark Meratus,” jelasnya.

Strategi Pemulihan dan Eksposur Internasional

Meski tren sedang menurun, BP Geopark Meratus optimistis sektor ini segera pulih seiring mulainya rangkaian kegiatan dari Dinas Pariwisata sepanjang tahun 2026. Status UNESCO Global Geopark diposisikan sebagai magnet utama untuk menjaring wisatawan mancanegara.

“Status UNESCO memberikan nilai tambah berupa eksposur internasional. Kita tidak hanya menjual pemandangan, tapi juga kekayaan geologi, budaya, hingga potensi penelitian dunia,” tegas Theodorik.

Dalam waktu dekat, Geopark Meratus dijadwalkan menerima kunjungan tim peneliti asal Prancis yang dipimpin oleh gemologis, Agatha. Kunjungan tim yang beranggotakan lima orang ini diharapkan menjadi katalisator promosi global.

“Penelitian ini sekaligus menjadi sarana promosi internasional. Harapannya, branding UNESCO yang kuat dan sinergi berbagai event dapat mempercepat pemulihan pariwisata di Banua,” pungkasnya.

Hendra

Recent Posts

Hari Ke-5 Pencarian Korban KM Virgo Transport 8: Tim SAR Perluas Penyisiran Laut dan Udara

MediaKalsel, Banjarmasin — Tim SAR Gabungan mengintensifkan pencarian 129 korban hilang kecelakaan KM Virgo Transport…

2 hari ago

Nahkoda Kapal Virgo Transport 8 Selamat, Wamenhub: Sedang Diperiksa

MediaKalsel, Banjarmasin - Nahkoda atau kapten kapal, Arief Yunianto, selamat dari insiden tenggelamnya KM Virgo…

3 hari ago

Satu Hektare Lahan Karet di Karang Intan Terbakar, Relawan Duga Ada Unsur Kesengajaan

MediaKalsel, Banjar — Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menghanguskan sekitar satu hektare area perkebunan karet…

3 hari ago

Day-3 Operasi SAR KMP Virgo Transport 8: 114 dari 243 Orang Dievakuasi, Berikut Nama-Namanya

MediaKalsel, Banjarmasin — Tim SAR Gabungan terus memaksimalkan pencarian dan pertolongan korban kecelakaan KMP Virgo…

4 hari ago

Realisasi APBD Banjar Agustus 60,79 Persen, Sekda Minta Percepatan Pembangunan

MediaKalsel, Martapura — Realisasi keuangan dan fisik APBD Kabupaten Banjar periode Agustus 2026 tercatat masih…

4 hari ago

Bantu Penanganan Karhutla, Bupati Banjar Serahkan 350 Jaket Pelindung dan BBM Rp50 Juta untuk BPK

MediaKalsel, Martapura — Pemerintah Kabupaten Banjar memperkuat perlindungan dan dukungan operasional bagi para relawan kebakaran…

5 hari ago