Pemkab Banjar Audiensi dengan PT SSM, Perusahaan Ikut Tanggung Jawab Tanggulangi Banjir
Martapura, MediaKalsel – Pemkab Banjar beraudensi dengan PT Sentosa Swadaya Mineral (SSM), salah satu perusahaan yang ikut bertanggung jawab untuk penanggulangan banjir di Kabupaten Banjar. Mereka akan memantapkan perencanaan dalam menengah dan panjang untuk penanggulangan banjir.
Sekretariat Daerah (Sekda) Kabupaten Banjar, Yudi Andrea mengatakan, penanggulangan banjir dengan PT SSM lebih berfokus kepada Desa Alalak Padang, Kecamatan Cintapuri Darussalam.
”Kegiatan hari ini mereka meminta perkuat komitmen pemerintah daerah untuk sama-sama bisa memberikan kontribusi dan bisa menyelesaikan permasalahan-permasalahan pascabanjir, khususnya di desa alalak padang,” kata Yudi usai audiensi di Aula Mini Barakat lantai 2 Kantor Bupati Banjar, Rabu (18/2/2026).
Yudi menambahkan, menurutnya sesuai audiensi, warga di Desa Alalak Padang bersedia di-relokasi oleh pihak perusahaan.
”Kami ada kekhawatiran kemarin ketika memang pilihan terakhir adalah relokasi, takutnya ada penolakan. Ternyata hari ini mereka memberikan statement bahwa mereka siap, itu yang menjadi catatan kami hari ini,” tambahnya.
Sementara itu, pihak PT SSM juga menyatakan komitmen mereka bekerja sama dengan pemerintah dalam menyelesaikan penanggulangan ini.
Koordinator Humas PT SSM, Fajrin mengatakan, harus ada kerjasama antar semua pihak maupun perusahaan dan pemerintah daerah untuk menjalankan program penanganan banjir.
”Terkait dalam solusi jangka pendek, jangka panjang, kami jujur saja ikut apa yang diarahkan oleh Pak Sekda tadi, dan tentu yang paling penting adalah penekanannya kolaborasi bersama dengan semua pihak dengan pemerintah daerah maupun pusat,” ujar Fajrin.
Ketika dikonfirmasi kepada PT SSM yang diduga juga menjadi penyumbang banjir, Fajrin menyatakan bahwa itu perlu kajian objektif dan penilaian tidak boleh hanya berdasarkan asumsi, melainkan harus melalui kajian teknis yang mendalam dari berbagai pihak.
”Kalaupun perusahaan dibebankan sebagai penyumbang banjir, itu perlu kajian-kajian yang mendalam dari semua pihak, ada kajian teknisnya, kemudian dari pihak pemerintahan juga membuat kajian secara detail dan mendalam terkait itu,” tegasnya.

Tinggalkan Balasan