Festival Becatuk Dauh 2026 Kabupaten Banjar: Ikhtiar Merawat Tradisi
MediaKalsel, Martapura – Alun-Alun Ratu Zalecha Martapura menjadi saksi gemuruhnya pelestarian budaya dalam Grand Final Festival Becatuk Dauh (beduk) Kabupaten Banjar 2026, Rabu (4/3/2026) malam.
Kegiatan tahunan yang diinisiasi Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disbudporapar) ini ditegaskan sebagai instrumen vital dalam menjaga denyut nadi identitas Banjar di tengah gempuran modernisasi.
Wakil Bupati Banjar, Habib Idrus Al Habsyi, menyatakan bahwa festival ini merupakan langkah konkret pemerintah daerah untuk memastikan warisan leluhur tidak sekadar menjadi artefak sejarah.
Menurutnya, Becatuk Dauh (memukul beduk) mengandung nilai filosofis sebagai media syiar Islam yang telah menyatukan warga jauh sebelum teknologi informasi hadir.
“Festival ini adalah ikhtiar kita bersama untuk merawat warisan leluhur. Malam ini kita bukan hanya menyaksikan lomba memukul beduk, tetapi juga menyaksikan denyut nadi budaya Banjar yang tetap hidup,” ujar Habib Idrus.
Ia juga memperingatkan tantangan zaman di mana fungsi dauh (beduk) mulai tergeser oleh sirine dan pengeras suara digital. Tanpa adanya ruang apresiasi seperti festival ini, dikhawatirkan generasi muda hanya akan mengenal beduk sebagai benda mati tanpa memahami nilai dan estetika iramanya.

Tinggalkan Balasan