MediaKalsel, Martapura – Warga Desa Sungai Tuan Ulu, Kecamatan Astambul, Kabupaten Banjar, digegerkan dengan penemuan jenazah seorang perempuan berinisial RI (31) di kediamannya, Senin (30/3/2026) sore. Korban diduga nekat mengakhiri hidupnya karena tekanan persoalan pribadi dan ekonomi.

Kapolres Banjar AKBP Fadli melalui Plt Kasi Humas Iptu Rifani mengonfirmasi kejadian tersebut. Berdasarkan laporan, peristiwa ini pertama kali diketahui warga sekitar pukul 14.20 WITA, yang kemudian segera ditindaklanjuti oleh Polsek Astambul dan Unit Inafis Polres Banjar.

Kronologi Kejadian

Sebelum kejadian, korban diketahui sedang berada di rumah bersama suaminya. Menurut keterangan saksi, keduanya sempat berbincang seperti biasa tanpa menunjukkan gelagat yang mencurigakan.

“Korban sempat berada di rumah bersama suaminya dan berbincang normal. Namun, beberapa menit setelah ditinggal ke ruangan lain, suami korban mendapati istrinya sudah dalam kondisi tidak berdaya di ruang tengah,” ujar Iptu Rifani.

Pihak keluarga sempat berupaya memberikan pertolongan pertama saat korban diturunkan, namun nyawa korban tidak tertolong dan dinyatakan meninggal dunia tak lama kemudian.

Motif dan Hasil Penyelidikan

Dari hasil olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) yang dilakukan Unit Inafis Polres Banjar, petugas tidak menemukan adanya tanda-tanda kekerasan atau unsur tindak pidana pada tubuh korban.

“Hasil pemeriksaan menunjukkan adanya bekas jeratan pada leher yang identik dengan tindakan mengakhiri hidup sendiri. Tidak ada tanda kekerasan lain,” tambah Rifani.

Terkait motif, polisi menduga korban mengalami tekanan psikologis akibat masalah ekonomi. Berdasarkan keterangan keluarga, RI sebelumnya sempat mengungkapkan keinginan untuk bekerja ke luar daerah demi membantu keuangan keluarga, namun rencana tersebut tidak mendapat persetujuan.

“Dugaan sementara karena masalah pribadi dan ekonomi. Korban sempat kecewa karena niatnya bekerja ke luar daerah ditolak keluarga,” jelasnya.

Imbauan Kepolisian

Saat ini jenazah telah diserahkan kepada pihak keluarga untuk proses pemakaman. Atas kejadian ini, Iptu Rifani mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kepedulian terhadap kondisi psikologis orang-orang terdekat.

“Kami meminta warga untuk lebih peka jika ada kerabat yang menunjukkan tanda-tanda depresi atau tekanan batin. Jangan ragu untuk mencari bantuan profesional atau dukungan dari lingkungan sekitar,” pungkasnya.