Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Banjar, H Ervan Maulana, saat sambutan acara pelepasan jemaah haji tahun 2026 di Masjid Nurul Iman, Desa Indrasari, Martapura, Sabtu (18/4/2026). Foto: MC Banjar
MediaKalsel, Martapura – Suasana khidmat menyelimuti Masjid Nurul Iman, Desa Indrasari, Martapura, Sabtu (18/4/2026) pagi. Sebanyak 671 Jemaah Calon Haji (JCH) Kabupaten Banjar resmi dilepas dalam rangkaian salat hajat bersama menyambut musim haji 1447 H/2026 M.
Tahun ini, kuota haji Kabupaten Banjar mengalami peningkatan signifikan, yakni bertambah 209 orang dibanding tahun lalu. Sebanyak 292 jemaah laki-laki dan 379 perempuan. Sekitar 30 orang atau 5 persen di antaranya merupakan jemaah lansia. Mereka nantinya akan terbagi ke dalam lima kelompok terbang (kloter), yakni kloter 2, 10, 11, 15, dan 18.
Atensi Khusus Jemaah Risiko Tinggi
Selain aspek emosional, kesiapan fisik menjadi sorotan utama pemerintah daerah. Wakil Bupati Banjar, Habib Idrus Al Habsyi, menekankan pentingnya manajemen energi selama di Arab Saudi.
“Luruskan niat hanya untuk ibadah. Jaga kesehatan, minum air yang cukup, dan jangan memaksakan diri jika lelah. Tingkatkan kesabaran serta perbanyak istigfar jika menghadapi hal yang tidak sesuai kehendak hati,” pesan Habib Idrus saat melepas secara resmi para tamu Allah tersebut.
Senada dengan itu, Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Banjar, H Ervan Maulana, mengungkapkan tantangan kesehatan pada musim haji kali ini. Berdasarkan data evaluasi medis, terdapat 127 jemaah yang masuk kategori risiko tinggi (Risti).
“Bahkan ada 30 jemaah dari Kecamatan Kertak Hanyar di kloter 2 yang sempat mengalami gangguan kesehatan. Empat di antaranya menunjukkan gejala hemoglobin (HB) yang tidak stabil. Kami pantau terus agar saat keberangkatan 24 April nanti kondisi mereka sudah normal,” jelas Ervan.
80 Jemaah Masuk Skema Murur
Guna melindungi jemaah lansia dan risti, pemerintah menerapkan skema Murur dan Tanazul di tanah suci. Ervan menjelaskan bahwa sebanyak 80 jemaah asal Kabupaten Banjar akan mengikuti skema Murur.
“Skema Murur diperuntukkan bagi jemaah lansia dan risti. Mereka tidak melakukan mabit (menginap) secara fisik di Muzdalifah, melainkan hanya melintas di dalam bus kemudian langsung menuju Mina untuk keamanan dan kesehatan,” tambahnya.
Adapun jemaah yang masuk skema Tanazul, Ervan menjelaskan menunggu pemberitahuan dari Kementerian Haji dan Umrah.
Jemaah Termuda Berusia 13 Tahun
Di tengah ratusan jemaah, terdapat jemaah tertua berusia 82 tahun dan termuda 13 tahun. Jemaah termuda itu adalah Sofia Kamila (13), siswi kelas VII MTsN 6 Banjar. Sofia berangkat ke tanah suci untuk menggantikan posisi sang ayah yang wafat pada tahun 2023 lalu.
“Bersyukur bisa berangkat tahun ini bersama ibu. Persiapan sudah dilakukan, mulai dari izin sekolah, manasik, hingga menjaga fisik,” ujar warga Kelurahan Tanjung Rema Darat tersebut.
Kegiatan pelepasan ini ditandai dengan pengalungan kain syal secara simbolis kepada perwakilan jemaah. Turut hadir menyaksikan prosesi tersebut Sekretaris Daerah Kabupaten Banjar H. Yudi Andrea, sejumlah kepala SKPD, serta petugas kloter yang akan mendampingi jemaah hingga kembali ke tanah air.
MediaKalsel, Banjarmasin - Lonjakan nilai tukar dolar Amerika Serikat yang menembus angka Rp18.040 pada Kamis…
MediaKalsel, Martapura - Desa Astambul Seberang, Kecamatan Astambul, terpilih menjadi lokasi verifikasi lapangan oleh Tim…
MediaKalsel, Jakarta — Kejaksaan Agung (Kejagung) menahan mantan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana…
MediaKalsel, Banjarbaru - Menjadi ibu kota provinsi tampaknya membuat Banjarbaru makin seksi di mata para…
MediaKalsel, Martapura – Dua pelajar asal Kabupaten Banjar resmi terpilih menjadi perwakilan Kalimantan Selatan (Kalsel)…
MediaKalsel, Martapura – Kasus pelecehan seksual jalanan atau aksi begal payudara yang menimpa seorang santriwati…