Tabalong, MediaKalsel – Sebuah video memperlihatkan keributan antar pelajar di depan Stadion Pembataan, Kecamatan Murung Pudak, Kabupaten Tabalong, Jumat (21/11/2025) siang, menghebohkan warganet.

Awalnya kelompok pelajar berkumpul di area stadion. Pemicu keributan diduga akibat ulah seorang pelajar berinisial M (17) yang membawa senjata tajam jenis parang.

Kapolsek Murung Pudak, Iptu Sunaryo menjelaskan, M awalnya mendatangi kelompok pelajar lain dan mengklaim lokasi tersebut sebagai wilayah kekuasaannya. Aksi M memancing reaksi pelajar lain.

“Namun saat M berbalik badan dan menyelipkan parang ke pinggang, pelajar lain berinisial R (17) langsung bergerak mengamankan senjata tersebut dari belakang,” ungkap Sunaryo, mewakili Kapolres Tabalong AKBP Wahyu Ismoyo J.

Setelah parang diamankan, situasinya malah memanas . Sejumlah pelajar lain yang emosi lantas mengeroyok M menggunakan tangan kosong dan benda tumpul.

Polisi yang menerima laporan langsung ke di lokasi mengamankan situasi dan menyita parang sepanjang 50 cm milik M.

Diselesaikan Kekeluargaan

Setelah dilakukan pemeriksaan dengan menghadirkan orang tua dan pihak sekolah, polisi memastikan kasus ini tidak berlanjut ke ranah hukum pidana.

“Hasil mediasi mengungkap ini hanya kesalahpahaman. Kedua belah pihak sepakat berdamai,” ujar Sunaryo.

Polisi mengingatkan keras agar para pelajar tidak lagi membawa senjata tajam untuk gagah-gahan karena berpotensi pidana dan membahayakan keselamatan jiwa.