NEWS

Legislator Asal Kalsel Habib Aboe Bakar Sebut Lapas Jadi ‘Kandang’ Narkoba

MediaKalsel, Jakarta – Anggota DPR RI asal Kalimantan Selatan (Kalsel), Habib Aboe Bakar Alhabsyi, melontarkan kritik tajam terhadap kondisi Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) di Indonesia.

Ia menyebut Lapas menjadi “kandang” peredaran narkoba dan menantang pihak berwenang untuk membuktikan realitas tersebut di lapangan.

Pernyataan keras ini disampaikan Habib Aboe Bakar dalam Rapat Kerja dan Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi III DPR RI bersama Badan Narkotika Nasional (BNN) dan Dirtipidnarkoba Bareskrim Polri pada Selasa (7/4/2026).

“Saya tidak percaya saat ini, yang namanya Lapas (masih jadi) kandangnya dagang narkoba, titik sudah. Kalau tidak percaya, coba cek ke dalamnya,” tegas Legislator dari Fraksi PKS ini.

Anggota Komisi III ini menyoroti adanya jurang pemisah antara laporan resmi pihak berwenang dengan fakta di balik jeruji besi. Menurutnya, pengendalian narkoba oleh para narapidana masih terus berlangsung meski klaim “Lapas bersih narkoba” sering didengungkan.

Aboe Bakar mengeklaim memiliki sumber informasi internal yang memberikan data akurat mengenai praktik terlarang di dalam Lapas.

“Bohong itu kalau pejabat bilang ‘enggak, enggak’ (ada peredaran). Saya punya orang di dalam yang memberikan cerita detail,” imbuhnya.

Ia bahkan menyebutkan kondisi yang lebih memprihatinkan, di mana diduga ada tekanan bagi narapidana tertentu untuk menggunakan narkoba. Ia menilai hampir tidak ada Lapas yang benar-benar steril dari keterlibatan jaringan narkoba.

“Malah cara dia memakai itu dipaksakan, sehingga dia menjadi pemakai. Jadi bohong itu. Lapas itu menurut saya tidak ada satupun yang tidak ada pemain,” ungkapnya.

Guna membuktikan pernyataannya, Aboe Bakar menantang jajaran kementerian terkait, termasuk Direktorat Jenderal Pemasyarakatan, untuk melakukan peninjauan langsung tanpa rekayasa.

“Ayo deh kita duduk di situ, ajak menterinya dan dirjennya untuk mengecek ke lapangan semua, supaya kita benar-benar mengerti bahwa permasalahan narkoba ini perlu kita hadapi Bersama,” pungkasnya.

Kritik ini diharapkan menjadi alarm bagi pemerintah untuk memperketat pengawasan dan melakukan reformasi struktural pada sistem pemasyarakatan guna memutus rantai peredaran narkoba di Indonesia.

Hendra

Recent Posts

Komitmen Cegah Karhutla, Julong Group Salurkan Alat Pemadam ke 6 Desa

MediaKalsel, Batola — Komitmen pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Selatan terus diperkuat…

7 jam ago

Jalan Veteran Banjarmasin Akan Ditutup Sementara, Percepat Perbaikan Jalan Ambles

MediaKalsel, Banjarmasin – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kalimantan Selatan mempertimbangkan menutup sementara…

1 hari ago

Soft Opening Tugu 0 Kilometer Banjarmasin Bakal Berlangsung Sambil Nobar Final Piala Dunia

MediaKalsel, Banjarmasin – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) berencana menggelar soft opening Tugu Pal 0…

1 hari ago

Anggota DPRD Kalsel Ahmad Sarwani Desak BWS Kalimantan III Bertindak Usai Ikan Keramba Mati Massal

MediaKalsel, Banjarmasin – Anggota Komisi III DPRD Kalsel, Ahmad Sarwani, mendesak Balai Wilayah Sungai (BWS)…

2 hari ago

Gerakan Anti Sampah, Ratusan Pendaki Gunung Kahung Siap Bersih-bersih Saat HUT RI

MediaKalsel, Martapura – Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia di Gunung Kahung, Kabupaten…

3 hari ago

Pria itu juga Punya Masa Lalu

Oleh: Haris Pranata AKU sedang membersihkan kamar ketika menemukan foto album usang berdebu. Di halaman…

3 hari ago