MediaKalsel, Martapura – Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Banjar tahun 2025 mencapai Rp411,4 miliar atau 124,03 persen dari target. Pemkab Banjar menegaskan bukan karena rendahnya target pendapatan yang ditetapkan.

“Realisasi PAD Kabupaten Banjar mencapai 124,03 persen atau sebesar Rp411,4 miliar. Capaian ini bukan semata-mata karena target yang rendah, tetapi merupakan hasil berbagai faktor yang saling mendukung,” ujarnya Sekda Banjar, Yudi Andrea, saat menyampaikan jawaban pemerintah daerah atas pemandangan umum fraksi-fraksi DPRD terhadap Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2025 dalam rapat paripurna DPRD Banjar, Rabu (24/6/2026).

Sekda merincikan, capaian PAD 2025 hasil kombinasi kebijakan nasional, pertumbuhan ekonomi daerah, dan optimalisasi pengelolaan pendapatan yang dilakukan pemerintah daerah.

Ia melanjutkan, penerimaan pajak daerah menunjukkan tren peningkatan dalam beberapa tahun terakhir. Berdasarkan data pemerintah daerah, realisasi pajak daerah naik dari Rp76,88 miliar pada 2020 menjadi Rp192,63 miliar pada 2025.

Salah satu faktor yang mendorong peningkatan tersebut adalah implementasi Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2022 tentang Hubungan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintahan Daerah (HKPD). Regulasi tersebut menghadirkan sumber penerimaan baru berupa Opsen Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dan Opsen Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB).

Selain itu, Pemkab Banjar juga melakukan berbagai langkah optimalisasi pendapatan melalui pemutakhiran data objek dan subjek pajak, peningkatan kepatuhan wajib pajak, penguatan pengawasan, optimalisasi pemungutan, serta pemanfaatan teknologi informasi.

“Dengan demikian, capaian PAD yang melampaui target merupakan hasil dari perubahan struktur pendapatan daerah akibat implementasi HKPD, peningkatan aktivitas ekonomi masyarakat, serta keberhasilan optimalisasi pengelolaan pendapatan daerah,” kata Yudi.

Dalam kesempatan tersebut, Pemkab Banjar juga mengapresiasi masukan fraksi-fraksi DPRD terkait realisasi pendapatan daerah yang melampaui target. Pemerintah daerah berkomitmen terus menggali potensi pendapatan baru guna memperkuat kapasitas fiskal daerah pada tahun-tahun mendatang.

Sementara itu, terkait realisasi belanja daerah yang belum optimal, Pemkab Banjar menyatakan akan meningkatkan kualitas perencanaan dan mempercepat pelaksanaan program, terutama pada sektor infrastruktur dan pelayanan publik agar manfaat pembangunan dapat lebih cepat dirasakan masyarakat.