NEWS

Peradi Gelar Ujian Profesi Advokat di Banjarbaru, Diikuti 26 Peserta

MediaKalsel, Banjarbaru – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi) Martapura-Banjarbaru menggelar Ujian Profesi Advokat (UPA) di Hotel Grand Qin Banjarbaru, Sabtu (11/7/2026). Ujian tersebut merupakan bagian dari pelaksanaan UPA serentak yang digelar Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Peradi di seluruh Indonesia.

Ketua DPC Peradi Martapura-Banjarbaru, Nur Wakib SH MH, mengatakan UPA tahun ini diikuti 3.643 peserta secara nasional. Khusus di Banjarbaru, sebanyak 26 peserta mengikuti ujian setelah menyelesaikan Pendidikan Khusus Profesi Advokat (PKPA).

“Setelah ujian ini akan diumumkan hasil kelulusan. Peserta yang lulus wajib menjalani magang di kantor advokat selama minimal dua tahun sesuai ketentuan Undang-Undang Advokat. Setelah itu, mereka dapat mengajukan penyumpahan dengan syarat telah berusia minimal 25 tahun,” kata Nur Wakib.

Ia berharap seluruh peserta dapat lulus dan menjadi advokat yang berintegritas, profesional, serta mampu memberikan pelayanan hukum bagi masyarakat sesuai nilai-nilai yang diusung Peradi.

UPA Jadi Tahapan Wajib Menjadi Advokat

Wakil Ketua Dewan Pimpinan Nasional Peradi, Dr. Hendrik Jehaman SH MH, hadir langsung ke Banjarbaru mengawasi jalannya Ujian Profesi Advokat, Sabtu (11/7/2026). Foto: Hendra Lianor/MediaKalsel.

Wakil Ketua DPN Peradi, Dr. Hendrik Jehaman SH MH, menjelaskan UPA merupakan amanat Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2003 tentang Advokat. Melalui proses tersebut, Peradi menyeleksi calon advokat yang memiliki integritas, kemampuan akademik, dan independensi dalam menegakkan hukum.

“Kami mempersiapkan calon advokat yang jujur, cerdas, menguasai ilmu pengetahuan, dan memiliki independensi dalam menegakkan hukum yang benar,” ujarnya.

Peserta Dibekali Ilmu Hukum dan Etika Profesi

Para peserta Ujian Profesi Advokat yang digelar Peradi DPC Martapura Banjarbaru, di Grand Qin Hotel Banjarbaru, Sabtu (11/7/2026). Foto: Hendra Lianor/MediaKalsel

Hendrik menambahkan, penyelenggaraan PKPA menjadi tanggung jawab DPC Peradi dengan standar yang sama di seluruh Indonesia. Selama pendidikan, peserta tidak hanya mendapatkan materi hukum, tetapi juga pembekalan mengenai etika profesi yang menjadi bekal saat menjalankan tugas sebagai advokat.

“Di PKPA, peserta dibekali pengetahuan hukum sekaligus etika profesi yang tidak diperoleh secara khusus di bangku kuliah,” kata Hendrik.

Ia menambahkan, Peradi juga sangat selektif terhadap administrasi peserta calon advokat, di antara soal ijazah yang harus minimal S1 hukum.

Hendra

Recent Posts

Ketua Peradi Martapura-Banjarbaru Usulkan Advokat Dampingi Desa dan Kelurahan

MediaKalsel, Banjarbaru – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi) Martapura-Banjarbaru berencana menjalin kerja…

12 jam ago

Pengundian Nomor Urut Rampung, Pilkades Serentak Banjar 2026 Masuk Tahap Kampanye

MediaKalsel, Martapura – Tahapan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Serentak 2026 di Kabupaten Banjar terus berjalan.…

1 hari ago

118 Ribu Warga yang Sudah Menikah di Kabupaten Banjar Belum Miliki Akta Kawin

MediaKalsel, Banjar – Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Banjar mencatat sebanyak 118.528 warga…

1 hari ago

Jelang Pilkades Serentak, 62 Calon Pambakal di Banjar Deklarasi Damai

MediaKalsel, Martapura – Pemerintah Kabupaten Banjar menggelar Deklarasi Damai Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Serentak 2026…

2 hari ago

18 Tahun Keluhkan Dampak Tambang, Warga Rantau Bakula Kalsel Cari Keadilan di Jakarta

MediaKalsel, Jakarta – Warga Desa Rantau Bakula, Kecamatan Sungai Pinang, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, mendatangi…

2 hari ago

Head to Head dan Prediksi Skor Prancis vs Maroko Perempat Final Piala Dunia 2026

MediaKalsel, Sport – Pertarungan dua benua antara Eropa dan Afrika tersaji di laga perdana perempat…

2 hari ago