MediaKalsel, Banjarbaru – Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Provinsi Kalimantan Selatan menjamin ketersediaan bahan pokok selama Ramadan 1447 H dalam kondisi aman. Selain stok yang mencukupi, pergerakan harga di pasar tradisional maupun ritel modern juga terpantau relatif stabil.

Kepala DPKP Kalsel, Syamsir Rahman, melalui Kepala Bidang Ketahanan Pangan, Muhammad Maulidinsyah, mengungkapkan bahwa fluktuasi harga saat ini masih dalam siklus tahunan yang wajar.

“Berdasarkan laporan di lapangan, memang ada pergerakan harga, tetapi tidak ada komoditas yang melonjak ekstrem. Secara umum masih sangat terkendali,” ujar Maulidinsyah di Banjarbaru, Rabu (25/2/2026).

Meski stabil, pihaknya mengakui adanya sedikit gejolak pada kelompok bumbu dapur seperti bawang merah, bawang putih, dan cabai. Namun, kenaikan tersebut dinilai belum mengganggu daya beli masyarakat secara signifikan.

Untuk menjaga stabilitas ini, tim DPKP Kalsel bersama pemerintah kabupaten/kota terus melakukan pemantauan intensif di berbagai titik distribusi.

“Kami memantau setiap saat. Rekapitulasi data persentase kenaikan harga secara mendalam sedang kami proses dan akan segera diinformasikan setelah laporan final diterima,” tambahnya.

Maulidinsyah meminta warga untuk tetap bijak dalam mengonsumsi bahan pangan dan mulai mendiversifikasi menu makanan, seperti memperbanyak konsumsi sayuran.

“Jangan terfokus pada satu jenis komoditas saja agar produksi petani kita terserap merata. Insyaallah stok kita aman sampai akhir Ramadan nanti,” tegasnya.

Sebagai langkah konkret meredam kenaikan harga, Pemprov Kalsel menggelar “Gelaran Pangan Murah” di kawasan Nol Kilometer, Banjarmasin. Kegiatan yang menggandeng Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) dan organisasi wanita ini berlangsung selama 10 hari, sejak 18 hingga 28 Februari 2026.

Melalui pasar murah ini, pemerintah rutin menyalurkan paket bahan pangan terjangkau ke berbagai titik guna memastikan masyarakat tetap memiliki akses pangan yang murah selama bulan suci.