HUKUM & PERISTIWA

Polda Kalsel Tangkap 234 Pelaku Kejahatan Dalam Operasi Sikat Intan II 2025

Banjarbaru, MediaKalsel – Polda Kalimantan Selatan berhasil mengungkap 95 kasus kejahatan dengan mengamankan total 234 tersangka (229 pria dan 5 wanita) selama Operasi Sikat Intan II 2025. Jumlah tersangka yang ditangkap ini tercatat hampir lima kali lipat dari target awal operasi yang hanya berjumlah 48 orang.

Hasil operasi yang berlangsung selama 14 hari ini dipaparkan Direktur Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Kalsel, Kombes Pol Frido Situmorang, dalam konferensi pers di Banjarbaru, Kamis (11/12/2025) siang.

Kombes Frido menyatakan, pengungkapan fantastis ini merupakan komitmen Polda Kalsel dalam menekan angka kriminalitas menjelang akhir tahun. Rinciannya, 25 Target Operasi (TO) berhasil ditangkap, dan 209 pelaku Non-TO turut diamankan, sehingga total realisasi mencapai 234 tersangka.

Dominasi Kasus Sajam dan Miras Ilegal

Dari 95 kasus yang berhasil diungkap, 13 kasus merupakan hasil kerja Ditreskrimum Polda Kalsel, sementara 82 kasus lainnya berasal dari jajaran Polres di berbagai daerah. Ditreskrimum sendiri menetapkan 17 tersangka dari 13 kasus unggulan mereka.

Kasus unggulan Ditreskrimum mencakup enam kasus kepemilikan senjata tajam tanpa hak, empat kasus peredaran minuman keras (miras) ilegal, satu kasus perjudian di Kabupaten Tanah Laut, satu kasus penipuan dan penggelapan mobil dengan kerugian ratusan juta rupiah, serta satu kasus pencurian dan penggelapan baterai menara Base Transceiver Station (BTS) di Kotabaru.

Selama Operasi Sikat Intan II, polisi menyita sedikitnya 132 item barang bukti. Di antaranya, polisi mengamankan 19 bilah senjata tajam dan 1.492 botol minuman beralkohol, termasuk 782 botol miras oplosan. Selain itu, disita juga 89 paket sabu, 26 baterai tower telekomunikasi, 29 unit telepon genggam, sejumlah kendaraan roda dua dan empat, uang tunai, dokumen, serta barang bukti lainnya.

Modus Kejahatan yang Meresahkan

Kombes Frido menambahkan, modus kejahatan yang mendominasi selama operasi ini cukup beragam dan meresahkan masyarakat. Mulai dari tindak kejahatan jalanan seperti penganiayaan dan ancaman di lokasi sepi, membawa senjata tajam tanpa izin, pencurian kendaraan bermotor (Curanmor), dan pencurian dengan pemberatan (Curat).

Modus lainnya mencakup peredaran miras ilegal dan narkotika, pemalakan, pemerasan, hingga penipuan yang memanfaatkan iming-iming keuntungan besar, menjerat korban dengan janji investasi atau bisnis palsu.

Menutup keterangannya, Kombes Pol Frido Situmorang menegaskan bahwa operasi serupa akan terus dilaksanakan untuk menjaga stabilitas keamanan menjelang pergantian tahun. “Kami akan terus meningkatkan patroli dan penegakan hukum demi memberikan rasa aman bagi masyarakat,” tegasnya.

Hendra

Recent Posts

Waketu MUI: Pengumuman Hari Raya Islam Selain Pemerintah Hukumnya Haram

MediaKalsel, Jakarta - Wakil Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI), Cholil Nafis menyinggung hukum pengumuman hari…

1 hari ago

Penemuan Pria Pralansia Meninggal Diduga Bersanggama dengan Tuna Susila

‎MediaKalsel, Martapura - Penemuan pria pralansia berusia 51 tahun meninggal dunia di kawasan eks lokalisasi…

4 hari ago

Prakiraan Cuaca Menjelang dan Pasca Lebaran 2026 di Kalsel, Potensi Hujan Seluruh Daerah

MediaKalsel, Banjarbaru – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Syamsudin Noor merilis prospek…

4 hari ago

Arus Mudik Jalur Laut Banjarmasin ke Jawa dan Sulawesi Kian Padat Jelang Lebaran

MediaKalsel, Banjarmasin – PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Sub Regional Kalimantan mencatat lonjakan signifikan arus penumpang…

4 hari ago

Pengumuman! Irigasi Riam Kanan Akan Dikeringkan Total pada September-Oktober 2026

MediaKalsel, Banjarbaru – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR)…

4 hari ago

ASN Kabupaten Banjar Dilarang Pakai Kendaraan Dinas untuk Mudik Lebaran

MediaKalsel, Martapura - Sekretaris Daerah Kabupaten Banjar, Yudi Andrea, mengingatkan seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN)…

4 hari ago