Karhutla di Kabupaten Banjar Tembus 2.080 Hektare dan 9.700 Kasus ISPA

MediaKalsel, Martapura — Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan (Kalsel) hingga 13 September 2026, tercatat 305 kejadian yang menghanguskan 2.086,63 hektare lahan di 70 desa dari 13 kecamatan. Bupati Banjar H Saidi Mansyur menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam menanggulangi bencana karhutla yang kian meluas.
Data tersebut dibeberkan Saidi saat memimpin Apel Hari Kesadaran Nasional di halaman Kantor Bupati Banjar, Martapura, Senin (14/9/2026) pagi.
Lahan Gambut Jadi Tantangan Pemadaman

Bupati Saidi mengakui penanganan karhutla di lapangan dihadapkan pada medan yang sulit, khususnya di kawasan lahan gambut seperti Kecamatan Cintapuri Darussalam, Martapura Barat, Martapura Timur, Sungai Tabuk, Gambut, dan Beruntung Baru.
Karakteristik tanah gambut membuat api menjalar hingga bawah permukaan tanah. Kondisi ini diperparah dengan keterbatasan akses kendaraan serta minimnya pasokan air di lokasi kebakaran.
“Karena itulah saya secara pribadi turun langsung ke lapangan bersama jajaran BPBD, Damkar, SKPD, TNI/Polri, serta para relawan. Ini bentuk komitmen bahwa pemerintah daerah tidak tinggal diam,” tegas Saidi.
9.718 Kasus ISPA dan Kebijakan Sekolah PJJ
Bencana karhutla ini juga berdampak serius terhadap kesehatan masyarakat. Data Dinas Kesehatan Kabupaten Banjar mencatat 9.718 kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) sepanjang periode 5 Juli hingga 5 September 2026 (Minggu ke-27 hingga ke-35).
Merespons tren kenaikan tersebut, Saidi menginstruksikan Dinas Kesehatan memberikan perhatian ekstra dan pelayanan optimal, terutama bagi kelompok rentan seperti balita, ibu hamil, dan lansia.
Dampak asap pekat turut memicu kebijakan khusus di sektor pendidikan. Dinas Pendidikan Kabupaten Banjar telah menerbitkan Surat Edaran tentang Pelaksanaan Pembelajaran di Masa Kabut Asap. Sekolah yang terdampak diperkenankan menggelar Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) atau Belajar dari Rumah (BDR) demi menjaga keselamatan peserta didik dan tenaga pendidik.
Target Pembangunan Tetap Berjalan
Di akhir amanatnya, Bupati Banjar mengingatkan seluruh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) agar tidak lengah dan tetap mengawal target pembangunan daerah hingga akhir Tahun Anggaran 2026.
Ia meminta para kepala dinas segera mengevaluasi capaian fisik maupun keuangan, serta mengikis pola kerja sektoral.
“Jangan saling menunggu dan jangan ada ego sektoral. Jika persoalannya lintas sektor, maka penyelesaiannya juga harus dilakukan secara lintas sektor,” pungkasnya.
