Stok Air Bendungan Riam Kanan Menyusut, Penanganan Karhutla Kalsel Terancam
MediaKalsel, Banjar – Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Selatan makin mengkhawatirkan. Di sisi lain, pasokan air di Bendungan Riam Kanan justru terus berkurang akibat kemarau panjang.
Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan, Hanif Faisol Nurofiq, meninjau langsung waduk tersebut pada Senin (24/8/2026). Ia menegaskan pentingnya menjaga kelestarian sumber air utama warga Banua ini.

”Sebanyak apa pun dana yang kita miliki tidak akan berguna tanpa ketersediaan air. Cuma air yang bisa mematikan api,” tegas Hanif.
Manajer PLTA Riam Kanan mencatat debit waduk tak bertambah selama 29 hari terakhir akibat ketiadaan hujan. Padahal, kebutuhan air untuk pemadaman serta pembasahan lahan gambut yang terbakar sedang melonjak drastis.
Selain menyuplai kebutuhan PDAM, irigasi sawah, dan perikanan darat, aliran bendungan kini harus terbagi demi menjinakkan si jago merah.
Hanif mengingatkan seluruh pihak agar menggunakan air secara bijaksana. Pemadaman api tidak cukup mengandalkan kesiapan personel maupun kecukupan anggaran.
Data pemerintah menunjukkan hampir 99 persen karhutla di Kalimantan Selatan terjadi akibat ulah manusia. Kelalaian seperti membuang puntung rokok sembarangan, penggunaan obat nyamuk di area rawan, hingga pembakaran lahan menjadi pemicu utama.
Ia meminta pengawasan ketat terus berjalan pascapemadaman. Masyarakat diimbau menghentikan segala aktivitas yang memicu titik api baru. Kesigapan petugas di lapangan akan sia-sia apabila pasokan air habis dan warga tetap lalai.

Tinggalkan Balasan