UTAMA

Kawasan Lahan Pertanian dalam Aero City Banjarbaru Terjepit Perumahan

MediaKalsel, Banjarbaru – Pemerintah Kota Banjarbaru tampaknya sedang bersemangat mematangkan proyek Aero City. Sebuah megaproyek masa depan yang digadang-gadang bakal menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru berbasis bandara seluas 7.261 hektare.

​Namun, di balik narasi megah kota modern tersebut, ada kenyataan yang terselip. Sektor pertanian yang seharusnya mendapat ruang, justru terjepit di antara kepungan komplek perumahan.

Kepala Bidang Tata Ruang Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang (PUPR) Kota Banjarbaru, Eryek Triandoko mengatakan, sisa luasan kawasan pertanian (kategori P1) di dalam wilayah Aero City rupanya hanya sekecil butiran debu, alias cuma enam hektare saja.

​”Dari luasan total enam hektare yang ada di RTRW Kota Banjarbaru, saat ini yang eksisting (aktif) 5,9 hektare dan jadi persyaratan agar masuk ke RDTR dalam konsep Aero City Banjarbaru,” kata Eryek, Senin (25/5/2026).

Kepala BIdang Tata Ruang Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang (PUPR) Kota Banjarbaru, Eryek Triandoko. foto: Haris P

​Dari pengakuan tersebut, kita akhirnya tahu alasan lahan mini 5,9 hektare itu mati-matian dipertahankan dari serbuan developer perumahan. Yaitu demi pemenuhan syarat administratif.

​Sisa lahan itu masuk dalam dokumen Rancangan Detail Tata Ruang (RDTR) Aero City agar bisa lolos dan direstui oleh pemerintah pusat. Tanpa angka enam hektare tersebut di atas kertas, rencana pembangunan kota bandara terancam mandek.

​Bagi warga Banjarbaru yang penasaran ingin melihat bagaimana rupa masa depan kawasan Aero City, tampaknya harus banyak-banyak mengelus dada. Pihak PUPR sendiri mengaku masih belum bisa membeberkan cetak biru proyek ini ke publik luas.

​Sebab utamanya, Pemkot Banjarbaru saat ini masih berada dalam posisi pasif, alias harap-harap cemas menunggu hasil penetapan RDTR dan Masterplan Aero City disahkan oleh pemerintah pusat.

​”Makanya kami belum bisa publikasikan masterplan Aero City itu karena belum ditetapkan dari pusat,” pungkas Eryek.

​Kita hanya bisa berharap, saat masterplan itu akhirnya turun dari pusat, lahan pertanian yang tersisa 5,9 hektare tadi tidak mendadak menyusut lagi menjadi seukuran lapangan futsal akibat kalah saing dengan proyek ruko dan perumahan baru.

Haris Pranata

Seorang pria yang memiliki mimpi menjadi penulis.

Recent Posts

Julong Group Kalsel Salurkan 19 Sapi Qurban Kepada Masyarakat

MediaKalsel, Batola - Kepedulian nyata ditunjukkan oleh manajemen Julong Group Region Kalimantan Selatan melalui PT…

7 jam ago

Bernama Rozak dan Berbobot 960 Kg, Ini Sapi Kurban Pilihan Presiden di Martapura Kalsel

MediaKalsel, Martapura - Menjelang Hari Raya Iduladha 1447 H, Pemerintah Kabupaten Banjar menerima Bantuan Kemasyarakatan…

9 jam ago

CV Duta Karya Adhitama Akan Garap Gedung Pelayanan Gambut

MediaKalsel, Banjar – Penantian siapa yang akan mendirikan calon pusat pelayanan di Kecamatan Gambut akhirnya…

11 jam ago

Polres Banjar Endus Jalur Narkoba Asal Malaysia

MediaKalsel, Banjar – Ternyata bisnis haram yang menyeret 54 tersangka kasus narkoba ke balik jeruji…

17 jam ago

Polres Banjar Ringkus 54 Tersangka Narkoba Selama Operasi Antik 2026, Tertinggi se-Polda Kalsel

MediaKalsel, Martapura – Kepolisian Resor (Polres) Banjar mencatat prestasi gemilang dalam Operasi Antik 2026 yang…

17 jam ago

DPRKPLH Banjar Klaim Seluruh Tambang Telah Patuh Reklamasi

MediaKalsel, Martapura – Narasi hijau pasca-tambang di Kabupaten Banjar diklaim masih berjalan di jalur yang…

1 hari ago